2019, Jalur KA Semarang-Yogyakarta via Borobudur Masuk Tahap Prakonstruksi

RENCANA pembukaan jalur KA Semarang-Yogyakarta saat ini sudah sampai tahap trase yang melibatkan Kemenhub, pemda, dan pihak-pihak terkait.

2019, Jalur KA Semarang-Yogyakarta via Borobudur Masuk Tahap Prakonstruksi
Istimewa
KERETA Api Indonesia 

RENCANA pembukaan jalur KA Semarang-Yogyakarta saat ini sudah sampai tahap trase yang melibatkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pemerintah daerah, dan pihak-pihak terkait.

Kepala Subdit Penataan dan Jaringan Ditjen Perkeretaapian Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub RI, Rudi Damani, menjelaskan dalam tahap trase ini Kemenhub melakukan diskusi secara teknis dengan otoritas wilayah yang akan dilintasi jalur KA Semarang-Yogyakarta ini.

Pihak yang terlibat dalam pembukaan jalur KA Semarang-Yogyakarta ini antara lain Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi DIY, Pemerintah Kabupaten/Kota, Kementerian PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, serta lainnya.

Ini Rute Jalur KA Semarang-Yogyakarta via Borobudur Sepanjang 121 Km

Per 1 Desember Beroperasi, Ini Jadwal Rute dan Harga KA Relasi Joglosemarkerto

"Rute yang akan dilewati jalur kereta api meliputi Kabupaten Grobogan, Semarang, Temanggung, Magelang, Kota Magelang, dan lanjut ke Yogyakarta," kata Rudi, seusai Rapat Koordinasi Teknis-2 di Hotel Atria Magelang, Selasa (4/12/2018).

Adapun total panjang ruas yang akan dibangun jalur kereta api mencapai 121.156 meter, terdiri dari 102.000 meter di wilayah Jawa Tengah dan 13.156 meter di wilayah Yogyakarta.

Dari total 121.156 meter itu, lanjut dia, sepanjang 78.856 meter (65,086 persen) merupakan konstruksi baru dan sepanjang 42.300 meter (34,914 persen) adalah eksisting.

Jalur terpanjang ada di Kabupaten Semarang mencapai 47.500 meter, sedangkan terpendek di Kota Magelang sepanjang 1.150 meter.

"Untuk jalur di Ambarawa ke Yogyakarta relatif baru semua karena yang lama di tengah kota, sudah jadi jalan, rumah, dan lainnya, sehingga tidak mungkin," sebutnya.

Rudi berujar, jalur yang akan dibangun merupakan jalur double track untuk memenuhi kebutuhan kapasitas yang lebihh banyak.

Hal ini mengingat potensi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang Kawasan Candi Borobudur, akan terus meningkat pesat.

"Tapi pembangunannya bertahap dulu, single track dulu, setelah itu kira-kira tahun 2030-2034 baru double track," imbuh Rudi.

Halaman
123
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved