Ratusan Pengemudi Grab Pindah ke Go-Jek, Ini Alasannya

Pendapatan yang diterima, menurut Irfan, tak sebanding dengan usaha yang dilakukan mitra pengemudi di lapangan.

Ratusan Pengemudi Grab Pindah ke Go-Jek, Ini Alasannya
Wartakotalive.com/Dwi Rizki
Sejumlah tukang ojek online menunggu penumpang berhenti di pinggir jalan di sekitar Stasiun KA Palmerah, Jakarta Pusat, Jumat (19/1/2018). 

MITRA pengemudi Grab akhirnya memilih pindah ke Go-Jek karena merasa diperlakukan seperti kerja rodi, akibat penetapan tarif rendah dan insentif buruk, di tengah banjir promo ongkos murah.

"Supaya bisa dapat penghasilan harian yang layak di Grab, harus lebih dari 20-an trip (perjalanan/order) sehari. Seperti kerja rodi saja," kata Irfan Fauzi (32), mantan mitra Grab yang pindah ke Go-Jek pada sekitar pertengahan November, di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Pendapatan yang diterima, menurut Irfan, tak sebanding dengan usaha yang dilakukan mitra pengemudi di lapangan. Belum lagi aturan penarifan yang dianggap tidak transparan dan kerap berubah, termasuk soal skema insentif yang semakin sulit dicapai.

Mabes Polri Akui Lokasi Pembunuhan 31 Pekerja Proyek Trans Papua Tak Dijaga Aparat

Penyedia layanan transportasi daring berbasis aplikasi asal Malaysia ini menetapkan skema insentif berubah menjadi sistem berlian.

Ada pun tarif Grab Bike per kilometer ditetapkan Rp1.200 untuk jarak dekat, dengan potongan 20 persen dari total ongkos perjalanan untuk keuntungan perusahaan.

"Pencapaian bonus jadi semakin susah setelah Grab menerapkan skema berlian," ujarnya.

Setelah 12 Jam Dikepung Banjir, Warga Rawa Terate Belum Berani Turunkan Barang dari Lantai Dua Rumah

Taufik Muslihin (38), pengemudi Grab Bike lainnya, mengamini kondisi tersebut. Jika ingin mendapatkan insentif minimum sebesar Rp15 ribu, setidaknya mereka harus menyelesaikan 14 perjalanan.

"Soalnya, per trip dapat delapan berlian. Kalau jam sibuk bisa 13 berlian. Insentif paling kecil harus bisa dapat 110 berlian," ungkap Taufik.

Insentif paling besar senilai Rp200 ribu, lanjutnya, harus ditebus dengan mengumpulkan 350 berlian. Untuk mendapatkan bonus tertinggi, setidaknya mitra pengemudi harus mampu menyelesaikan lebih dari 25 perjalanan.

Peraturan Baru Menteri Perhubungan Larang Pengemudi Taksi Online Merokok dan Pakai Sandal

"Kami harus kerja dua kali lebih berat kalau mau dapat bonus bagus," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved