Proyek Pemagaran Pasar Cisalak Terancam Batal, Kontraktor Adakan Pertemuan dengan Warga

Terhentinya proyek pengerjaan pemagaran area Pasar Cisalak akibat penolakan warga, membuat pihak kontraktor pemenang lelang meradang.

Proyek Pemagaran Pasar Cisalak Terancam Batal, Kontraktor Adakan Pertemuan dengan Warga
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pertemuan antara perwakilan warga Pasar Cisalak dan pihak kontraktor pemagaran Pasar Cisalak, Cimanggis, Depok, Senin (3/12/2018) malam. 

TERHENTINYA proyek pengerjaan pemagaran area Pasar Cisalak senilai sekitar Rp 1,5 Miliar akibat penolakan warga sekitar, membuat pihak kontraktor pemenang lelang proyek tersebut, yakni CV Mega Copilas, meradang.

Karenanya pihak kontraktor mengundang warga atau perwakilannya untuk bertemu dan membahas hal tersebut, Senin (3/12/2018) malam.

Pertemuan diadakan di tempat makan Soerabi Bandung di Jalan Margonda, Depok, Senin malam.

Beberapa perwakilan warga sekitar Pasar Cisalak di RW 06, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Depok, bertemu dengan pihak kontraktor yang diwakili oleh Opung dan Hardi Sirait.

Ujang, Sekertaris RT 03/06, Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, Depok, selaku perwakilan warga mengatakan ada itikad baik dari kontraktor yang mau menemui warga terkait proyek pemagaran Pasar Cisalak.

Dalam pertemuan itu kata dia warga memperlihatkan data sertifikat kepemilikan lahan yang menunjukkan bahwa Jalan Gadog dan Jalan Ujang, yang akan dipagar tembok oleh Pemkot Depok adalah jalan umum atau merupakan fasos fasum, dan bukan bagian lahan pasar atau aset Pemkot Depok.

"Ini agar kontraktor mengerti dasar kami sebagai warga menolak pemagaran dan beberapa kali menghentikan pengerjaan pemagaran yang coba dilakukan kontraktor. Dan pihak kontraktor mengerti sekali akan hal ini. Jadi warga dan kontraktor adalah pihak yang paling dirugikan dalam kasus ini," kata Ujang.

Sebab kata Ujang, di sisi lain ada surat perintah kerja yang mewajibkan kontraktor menyelesaikan pekerjaan atau pemagaran dengan batas waktu 20 Desember.

"Warga dan kontraktor sepakat menunggu hasil keputusan dari Ombudsman yang masih dalam proses. Pertemuan semalam sangat baik, karena adanya saling mengerti kedua belah pihak, yakni warga dan kontraktor, walaupun dalam posisi berbeda," kata Ujang.

Karenanya kata Ujang pertemuan itu menjadi forum silaturahmi antara warga dan kontraktor.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved