Pemkot Depok Akui Sulit Lanjutkan Pemagaran Pasar Cisalak

Ia mengaku dengan tidak selesainya pengerjaan atau cut off akibat penolakan warga, maka pihak kontraktor akan cukup dirugikan.

Pemkot Depok Akui Sulit Lanjutkan Pemagaran Pasar Cisalak
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pemagaran area Pasar Cisalak yang ditolak warga dan dihentikan paksa oleh warga. 

Depok, Warta Kota -- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok mengaku cukup sulit melanjutkan proyek pemagaran Pasar Cisalak senilai sekitar Rp 1,5 Miliar, yang kini terhenti selama 3 pekan ini akibat penolakan warga sekitar.

Karenanya pengerjaan proyek tersebut terancam cut off atau tidak selesai dilakukan kontraktor pemenang tender, yakni CV Mega Copilas.

Apalagai sesuai kontrak pengerjaan harus rampung pada 20 Desember mendatang. Sementara sampai saat ini pengerjaan baru hanya sekitar 5 persen saja.

"Kelihatannya memang akan cut off atau tidak selesai. Tapi masih akan dibahas lagi," kata Kepala Disdagin Depok Kania Parwati kepada Warta Kota, Selasa (4/12/2018).

Ia mengaku dengan tidak selesainya pengerjaan atau cut off akibat penolakan warga, maka pihak kontraktor akan cukup dirugikan.

"Kasihan kontraktornya kalau bisa sampai cut off, karena akan black list," katanya.

Karenanya kata Kania, pihaknya bersama pihak kontraktor serta pihak lainnya, kini makin intensif berkordinasi guna terus membahas kelanjutan proyek pengerjaan pemagaran tembok di area Pasar Cisalak itu.

"Kini terus dibahas bersama dengan pihak terkait, tentang pelaksanaan pemagaran Pasar Cisalak tersebut. Karena kaitannya dengan keterbatasan waktu yang dimiliki oleh kontraktor pelaksana," kata Kania.

Ia berharap dalam pembahasan intensif beberapa hari ini ada penyelesaian yang memungkinkan pengerjaan pemagaran dilakukan.

Selain kata dia tanpa melanggar kesepakatan dengan warga untuk tetap menghentikan pengerjaan pemagaran sampai ada putusan dari Ombudsman RI.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved