Jokowi: Jangan Kaget Kalau Nanti Dolar AS Turun Terus

Di pasar spot, kemarin kurs rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp 14.237 hingga Rp 14.270 per dolar AS.

Jokowi: Jangan Kaget Kalau Nanti Dolar AS Turun Terus
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah ke Rp14.457 per dolar AS. 

PRESIDEN Joko Widodo menyatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ke depan akan terus menguat, seiring mulai kembalinya modal asing ke Tanah Air.

"Saya dengar infonya arus modal asing sudah kembali masuk, ya jangan kaget kalau nanti dolar turun terus, enggak tahu sampai berapa, tapi kita juga tidak ingin dolar turun drastis, karena masih ingin manfaat dari ekspor kita," ujar Jokowi di Jakarta, Senin (3/12/2018).

Laju mata rupiah pada pembukaan awal pekan ini melanjutkan tren penguatan ke posisi Rp 14.265 per dolar AS. Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, rupiah berada di level 14.301 per dolar AS.

Faisal Basri: Rupiah Menguat karena Utang

Di pasar spot, kemarin kurs rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp 14.237 hingga Rp 14.270 per dolar AS. Dengan posisi kurs pagi kemarin, depresiasi mata uang garuda sejak awal tahun (year to date), menjadi 5,24 persen.

Baliknya arus modal asing ke Indonesia, menurut Jokowi, seiring perekonomian Indonesia masih baik di tengah ketidakpastian global, seperti pertumbuhan ekonomi masih tumbuh di atas 5 persen, inflasi di akhir 2018 diperkirakan sekitar 3,2 persen, dan defisit APBN hanya 1,8 persen.

"Pengelolaa fiskal kita sangat hati-hati, dan itu menambah kepercayaan internasional. Apa sih yang ingin kita bangun? Trust (kepercayaan), bahwa kira mengelola fiskal secara hati-hati," papar Jokowi.

Ayahnya Meninggal, Zumi Zola Diizinkan KPK Hadiri Pemakaman

Jokowi pun meminta para pengusaha berhenti mengekspor bahan mentah dan beralih membangun industri hilir di dalam negeri.

Menurut Jokowi, setiap tahun Indonesia mengekapor 480 juta ton batubara mentah. Padahal, jika ada hilirisasi industrinya sejak awal, maka komoditas tersebut dapat diolah menjadi LPG dan avtur.

"Kalau belum siap teknologinya, beli saja, cari saja, selalu saya dorong. Menyelesaikannya memang enggak mudah, sekali lagi hilirisasi," tutur Jokowi.

Fadli Zon: Mempercepat Pembangunan Infrastruktur Itu Kewajiban, Bukan Prestasi

Adanya hilirisasi industri, maka persoalan defiait transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) dapat diatasi dengan mudah, di mana selama ini hal tersebut masih menjadi masalah bagi Indonesia.

"Ini sudah berpuluh tahun bahwa problem besar kita adalah CAD. Kita tahu, tapi kita tidak pernah mengeksekusi masalahnya, sehingga dalam dua tahun ini saya terus berkonsentrasi di sini," jelasnya. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved