Pemkot Depok Bantah Langgar Kesepakatan Terkait Pemagaran Pasar Cisalak

Karenanya warga langsung melakukan pengusiran terhadap para pekerja dan menghentikan pengerjaan pemagaran.

Pemkot Depok Bantah Langgar Kesepakatan Terkait Pemagaran Pasar Cisalak
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Warga RW 6, Kelurahan Cisalak, Cimanggis, kembali menghentikan pengerjaan lanjutan proyek pemagaran area Pasar Cisalak. 

Depok, Warta Kota -- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok membantah pihaknya telah melanggar kesepakatan dengan warga, terkait proyek pemagaran area Pasar Cisalak, Depok, yang selama ini pengerjaannya ditolak dan selalu dihentikan warga sekitar.

Hal itu diungkapkan Kepala Disdagin Depok, Kania Parwati, menanggapi tudingan warga.

Sebab sebelumnya warga memergoki para pekerja melakukan pengerjaan lanjutan di ruas jalan akses masuk pasar yang diklaim lahan Pemkot Depok, Sabtu (1/12/2018) siang lalu.

Padahal sehari sebelumnya yakni Jumat (30/11/2018), dalam pertemuan perwakilan warga dengan Kepala Disdagin Depok disepakati bahwa merrka menunggu putusan Ombudsman RI terkait lanjutan pengerjaan pemagaran area pasar.

Sehingga selama menunggu putusan itu, disepakati tidak akan ada pengerjaan pemagaran sama sekali di area pasar dan sekitarnya.

Namun nyatanya Sabtu siang, warga mendapati sejumlah pekerja melanjutkan pengerjaan pemagaran didampingi sejumlah petugas Satpol PP Depok.

Warga RW 6, Kelurahan Cisalak, Cimanggis, kembali menghentikan pengerjaan lanjutan proyek pemagaran area Pasar Cisalak.
Warga RW 6, Kelurahan Cisalak, Cimanggis, kembali menghentikan pengerjaan lanjutan proyek pemagaran area Pasar Cisalak. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Karenanya warga langsung melakukan pengusiran terhadap para pekerja dan menghentikan pengerjaan pemagaran.

Kepala Disdagin Kota Depok Kania Parwati menyebutkan bahwa pengerjaan yang dilakukan pekerja di area pemagaran, pada Sabtu (1/12/2018) siang itu adalah pembuatan saluran di sekitar jalan dan bukan pemagaran.

Ia juga sudah menyampaikan hal itu ke perwakilan warga, setelah sempat diprotes perwakilan warga dan dituding melanggar kesepakatan, lewat komunikasi pesan aplikasi smartphone WhatsApp (WA).

"Jadi dalam proyek pemagaran termasuk juga pengerjaan saluran air. Yang dilakukan Sabtu kemarin itu setelah kami cek adalah pengerjaan saluran air," kata Kania, Senin (3/12/2018).

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved