Bekasi Tunda Pemberlakuan Tarif Trans Patriot, Ini Penyebabnya

PENETAPAN tarif Bus TransPatriot milik Pemerintah Kota Bekasi batal dilakukan pada Senin (3/12/2018) pagi.

Bekasi Tunda Pemberlakuan Tarif Trans Patriot, Ini Penyebabnya
WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Bus TransPatriot Kota Bekasi masih sepi penumpang. 

PENETAPAN tarif Bus TransPatriot milik Pemerintah Kota Bekasi batal dilakukan pada Senin (3/12/2018) pagi.

Padahal, dari wacana sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi akan mematok tarif sekitar Rp 3.500 per orang mulai Senin (3/12/2018) atau sepekan pasca-dioperasikan.

Kepala Humas Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) Iqbal Daut mengatakan, penetapan tarif terpaksa ditunda karena pemerintah, termasuk lembaganya selaku pengelola, belum mematok besaran tarif.

Anies Baswedan: Korpri Harus Jadi Institusi yang Membuat Pemerintahan Makin Efektif

Pada Senin siang, pemerintah, pengelola, dan konsultan transportasi akan menggelar rapat bersama untuk menentukan besaran tarif.

Menurut dia, pemberlakuan tarif terpaksa molor karena harus melalui kajian yang matang. Apalagi, tarif yang dipatok bakal menjadi tolok ukur nilai subdisi yang akan diberikan pemerintah daerah kepada pengelola.

"Ada tiga aspek yang harus kita pertimbangkan dalam menentukan nilai tarif," kata Iqbal, Senin (3/12/2018).

Tendang dan Banting Rak Minuman Saat Selebrasi, UEFA Takkan Sanksi Jose Mourinho

Iqbal menjelaskan, tiga aspek yang dimaksud adalah yuridis berupa payung hukum Peraturan Wali Kota Nomor 57 Tahun 2018, aspek sosiologis, dan aspek teknis berupa jarak tempuh bus. Dia menargetkan, penentuan besaran tarif akan diputuskan pada Selasa (4/12/2018) besok, sehingga penumpang akan dikenakan biaya pada keesokan harinya atau Rabu (5/12/2018).

"Rencana awal kan tarif Rp 3.500 per orang, tapi rupanya perlu kajian dan penghitungan yang lebih matang lagi. Mudah-mudahan Selasa (4/12/2018) sudah diputuskan, sehingga Rabu (5/12/2018) sudah dibebankan biaya," tuturnya.

Sejauh ini, kata dia, animo masyarakat cukup meningkat dalam menggunakan transportasi massal ini. Dulu yang awalnya hanya 1-2 penumpang setiap bus, kini sudah mencapai 20-25 penumpang setiap bus.

Keluarga Korban Lion Air PK-LQP Belum Berniat Gugat Boeing

"Saat pertama dioperasikan animo masyarakat masih rendah karena belum banyak yang tahu dan dikira angkutan karyawan, tapi setelah digratiskan dan disosialisasikan lebih maksimal lagi, lama-lama jumlah penumpang bertambah," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved