Pilpres 2019

Wasekjen PBB: Belum Tentukan Dukungan Kok Gerindra Sudah 'Gergaji' PBB dan Yusril

Apapun keputusan partai dalam Rakornas mendatang, mendukung paslon satu atau dua, kader PBB di akar rumput akan patuh dengan putusan DPP dan Yusril.

Wasekjen PBB: Belum Tentukan Dukungan Kok Gerindra Sudah 'Gergaji' PBB dan Yusril
Biro Pers Istana
Presiden Joko Widodo bertemu pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/11/2018). 

WAKIL Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Bidang Komunikasi dan Opini Publik, Solihin Pure meminta kepada pihak-pihak di luar partai tidak memberikan argumen yang tak berdasar terkait kabar merapatnya Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra ke kubu pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Solihin mencontohkan, pernyataan Wakil Sekjen Partai Gerindra yang juga Timses Prabowo-Sandi, Andre Rosiade yang menyatakan bahwa jika Yusril dukung Jokowi-Maruf maka Kader PBB di akar rumput akan dukung Prabowo adalah bentuk kepanikan.

"Bang Yusril temui Presiden Jokowi sebagai lawyer, tapi kenapa Gerindra yang kebakaran Jenggot dan makin jago menjadi tukang klaim?" ujar Solihin di Jakarta, Sabtu (1/12/2018).

Menurutnya, sangat tidak pantas seorang Andre menggiring opini di publik bahwa jika Yusril dan DPP PBB Dukung Jokowi, maka kader dan caleg PBB di akar rumput dukung Prabowo.

"Belum juga PBB tentukan arah dukungan di Pilpres kok Gerindra sudah mulai 'Gergaji' PBB dan Yusril, apa panik ya menyaksikan Manuver Ketua Umum PBB bang Yusril?"

Solihin menegaskan, PBB merupakan partai islam yang sangat demokratis. Yusril, sebagai ketua umum, sebelumnya telah ditetapkan sebagai calon presiden dari PBB.

Namun, jika tidak bisa maju capres, kata dia, maka kewenangan itu sepenuhnya diserahkan ke kembali ke Yusril sebagai ketum untuk menentukan arah kebijakan partai terkait dengan dukungan capres.

Ia menambahkan, sebelum mengambilkan keputusan terlebih dahulu DPP meminta pertimbangan dan masukan dari Majelis Syura PBB serta masukan dari DPW dan DPC PBB Se-Indonesia sebagai pertimbangan untuk menentukan arah dukungan PBB di Pilpres.

"Bang Yusril ini bukan tipe ketua umum partai yang arogan dan otoriter, walaupun dia telah diberikan wewenang penuh tapi dia tetap meminta saran dan masukan dari pengurus partai. Saran dan masukan itu yang baru akan diputuskan setelah PBB menggelar Rakornas pada Januari tahun depan," katanya.

Bakal Patuh

Solihin optimistis, apapun keputusan partai dalam Rakornas mendatang, baik mendukung paslon satu atau dua, kader PBB di akar rumput akan patuh dengan putusan DPP dan Yusril.

"Kalau ada kader yang berbeda padangan itu hal yang biasa terjadi dalam sebuah organisasi partai politik. DPP tentu akan hargai itu. DPP juga tidak akan serta merta memecat kader partai yang tak sejalan dengan putusan DPP."

"Karena tujuan utama PBB adalah Lolos parlemen dan memiliki perwakilan di DRR RI, terpenuhinya anggota DPRD Provinsi dan Kab/Kota di seluruh Indonesia," tandasnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved