100 Tahun Merdeka Ekonomi Indonesia di Peringkat 7 Dunia, Asal Lakukan Ini

PADA tahun 2045 Indonesia akan merayakan kemerdekaan yang ke-100 tahun dengan perekonomian di peringkat 7 dunia. Demikian Prof Gustav Papanek.

100 Tahun Merdeka Ekonomi Indonesia di Peringkat 7 Dunia, Asal Lakukan Ini
Istimewa
Prof Gustav Papanek saat memberikan materi berjudul 'Indonesia Kaya' di Harvard Kennedy School kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam program yang difasiliasi Rajawali Foundation belum lama ini. 

PADA tahun 2045 Indonesia akan merayakan kemerdekaan yang ke 100 tahun. Masih 27 tahun menuju satu abad kemerdekaan.

Profesor Emiritus bidang Ekonomi dari Universitas Boston, Gustav Papanek,  mengungkapkan, Indonesia berpeluang menggapai pendapatan per kapita hingga 16.900 dollar AS atau Rp230 juta per tahun pada tahun 2045. Nilai ini setara empat kali lipat daripada tahun 2018. 

Bila ini terjadi, akan membuat Indonesia menduduki rangking 7 perekonomian terbesar dunia

Sebagai catatan, tahun lalu Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Pendapatan perkapita Indonesia Rp51,89 juta per tahun atau sekitar 3.876,8 dollar AS. Data terakhir Bank Dunia, Indonesia berada di posisi 16 dunia.

Namun, peningkatan empat kali pendapatan per kapita ini bisa diraih bila Indonesia bisa melaksanakan reformasi ekonomi mayor. Ekonomi  dengan bertumpu kepada peningkatan ekspor industri manufaktur. 

Industri manufaktur berbasis ekspor menjadi aspek yang menentukan bagi ekonomi Indonesia. Khususnya seiring sejumlah situasi yang dihadapi Indonesia. 

Di antaranya: surplus tenaga kerja dan melonjaknya kebutuhan lapangan kerja baru yang produktif, melemahnya daya dukung ekonomi berbasis pertanian, membengkaknya defisit neraca pembayaran, serta jatuhnya harga dan cadangan komoditas berbasis sumber daya alam ekstraktif. 

Prof Gustav Papanek saat memberikan materi berjudul 'Indonesia Kaya'  di Harvard Kennedy School kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam program yang difasiliasi Rajawali Foundation belum lama ini.
Prof Gustav Papanek saat memberikan materi berjudul 'Indonesia Kaya' di Harvard Kennedy School kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam program yang difasiliasi Rajawali Foundation belum lama ini. (Istimewa)

Hal itu dikemukakan Papanek saat menjadi pembicara di depan sembilan Aparatur Sipil egara (ASN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Universitas Harvard, Amerika Serikat, belum lama ini.

“Reformasi kebijakan diperlukan untuk meningkatkan ekspor manufaktur dari 70 miliar dollar AS pada tahun 2018, menjadi 130 dollar AS tahun 2024, dan 175 miliar dollar AS tahun 2045. Dalam hal ini, sektor manufaktur berbasis ekspor merupakan hal prinsip  untuk menciptakan lapangan kerja produktif dan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB),” papar Papanek. 

5 Pilar

Halaman
123
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved