Pohon Tumbang dan Penyakit Mengintai Warga Tangerang Saat Pinang Dikepung Genangan

Dari sejumlah 11 kelurahan di Kecamatan Pinang, ada satu kelurahan yang genangannya cukup mengganggu.

Pohon Tumbang dan Penyakit Mengintai Warga Tangerang Saat Pinang Dikepung Genangan
Dokumentasi Warga RW 09
Ilustrasi. 

Aparatur Kecamatan Pinang, Kota Tangerang mulai bersiaga mengantisipasi datangnya musim hujan.

Sebab, beberapa persoalan kerap kali mengintai wilayah Pinang bila tidak dilakukan persiapan sedini mungkin.

Beberapa persoalan tersebut seperti genangan air, pohon tumbang hingga penyakit yang menyertainya.

Camat Pinang, Agun Djumhendi Junus menyatakan, saat musim penghujan, wilayahnya sebetulnya tidak terlalu terdampak oleh banjir, meski masih ada seperti di wilayah Pinang Griya.

"Yang paling kami rasakan itu justru sebetulnya oleh genangan. Malah Pak Wali Kota memerintahkan kami untuk mendata wilayah mana saja yang ada genangan," ujar Agun kepada Warta Kota, Jumat (30/11/2018).

Menurut Agun, dari 11 Kelurahan di Kecamatan Pinang, ada satu Kelurahan yang genangannya cukup mengganggu.

"Seperti di kompleks yang di bawah Kelurahan Kunciran Indah. Nah inilah yang sebetulnya akan kiami urai, selain itu kondisi serupa juga ada di pertigaan Gempol," ucapnya.

Selain itu, pada APBD Perubahan ini, Pemkot Tangerang sudah membangun saluran air.

"Saat ini, sedang berjalan," kata Agun.

Agun menyebut pada Senin (3/12/2018) nanti akan dilaksanakan apel siaga bencana dengan melibatkan dua Kecamatan Pinang dan Cipondoh. Bertindak sebagai inspektur apel nantinya adalah Kapolsek Cipondoh, Kompol Sutrisno.

"Karena, Polsek Cipondoh masih membawahi dua Kecamatan, maka Pak Kapolsek yang nanti jadi inspekturnya," ungkapnya.

Selain genangan, persoalan berikutnya yang harus mendapat perhatian adalah pohon - pohon tumbang sebagai akibat hujan angin atau pun puting beliung. "Kami akan lakukan antisipasi agar jangan sampai pohon - pohon tumbang menimbulkan hal - hal yang tidak diinginkan," tutur Agun.

Ia menjelaskan, caranya adalah dengan bekerja sama dengan Bidang Pertamanan agar dilakukan pemangkasan. Berikutnya dampak yang ditimbulkan pada saat musim hujan adalah adanya gangguan penyakit akibat musim panca roba seperti ISPA maupun DBD.

"Itu kami gandeng teman-teman puskesmas untuk bekerja sama melakukan antisipasi, meski upaya pencegahan juga tidak pernah henti - hentinya dilakukan," katanya.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved