Pilpres 2109

Yusril Ihza Mahendra: Dalam Berpolitik, PBB Berteman dengan Siapapun

Bahkan, Yusril Ihza Mahendra dianggap bergeser dari komitmen partai dalam membela kepentingan Umat Islam.

Yusril Ihza Mahendra: Dalam Berpolitik, PBB Berteman dengan Siapapun
Warta Kota/Feryanto Hadi
Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra saat menggelar konferensi pers di DPP PBB, Jalan Pasar Minggu Raya, Jakarta Selatan. 

MANUVER Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra yang memutuskan menjadi lawyer pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Maruf Amin, menimbulkan banyak persepsi hingga tudingan miring.

Bahkan, Yusril Ihza Mahendra dianggap bergeser dari komitmen partai dalam membela kepentingan Umat Islam.

Tetapi, Yusril Ihza Mahendra tak ambil pusing terhadap segala tudingan itu. Ia mengaku apa yang dilakukannya adalah demi kepentingan partai, demi mencapai target perolehan suara di atas empat persen.

Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Dirinya Bukan Cebong Meski Jadi Lawyer Jokowi-Maruf Amin

"Kita berkaca kepada hasil pemilu sebelumnya, di mana PBB hanya meraih 1,8 persen suara. Kita harus berbenah. Kita tidak bisa hanya mengandalkan cara-cara konvensional namun mulai berpikir soal strategi," ungkap Yusril Ihza Mahendra di depan puluhan tim pemenangan, dalam acara Rapat Kerja Nasional Komite Aksi Pemenangan Pemilu Partai Bulan Bintang di Hotel Swissbell Kalibata, Kamis (29/41/2018).

Keputusan Yusril Ihza Mahendra saat ini, bukan mewakili partai, melainkan sebagai salah satu strategi untuk membesarkan partainya.

"Banyak orang beranggapan PBB merapat ke pihak Jokowi. Sebenarnya kita pilih ini sebagai langkah strategis di lapangan politik terhadap pilihan paling soft, makanya saya jadi lawyer saja," jelasnya.

Penyu Mati di Pulau Pari Diduga karena Air Laut Tercemar Limbah Pek

"Dalam berpolitik, kita berteman dengan siapa pun, baik kubu nomor dua maupun nomor satu. Artinya, kita tidak mau konfrontatif dengan penguasa, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan oposisi," sambung Yusril Ihza Mahendra.

Kepada para ketua tim pemenangan, baik tingkat nasional maupun wilayah, Yusril Ihza Mahendra mengajak semuanya untuk konsentrasi membesarkan partai, demi meraih suara di ambang batas parlemen, yakni empat persen.

"Target kita memperoleh di atas empat persen suara atau minimal delapan juta suara. Kami sudah hitung, jika nanti ada 800 ribu TPS (Tempat Pemungutan Suara), maka minimal kita ada 11 suara di TPS. Tapi ingat, selain suara di atas empat persen, perlu diperjuangkan pula caleg kita meraih suara maksimal di setiap dapilnya, supaya ada keterwakilan," paparnya.

Ada OTT KPK, Pimpinan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Gelar Rapat

Sekali lagi Yusril Ihza Mahendra menegaskan, PBB hingga saat ini belum menentukan arah dukungan. Yusril Ihza Mahendra menyebut, dukungan baru akan diumumkan pada Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang digelar pada Januari 2019.

"Sampai saat ini hingga Januari nanti kami akan menampung semua aspirasi kader. Terkait keputusan mendukung siapa, nanti Januari baru akan diumumkan dalam agenda Mukernas," terangnya. (*)

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved