Mandiri Tunas Finance Tawarkan Obligasi Untuk Himpun Dana Rp 1 Triliun

Perusahaan pembiayaan PT Mandiri Tunas Finance menawarkan obligasi sebagai opsi pendanaan modal kerja dengan target menghimpun dana Rp 3 triliun.

Mandiri Tunas Finance Tawarkan Obligasi Untuk Himpun Dana Rp 1 Triliun
Warta Kota/Max Agung Pribadi
Direksi PT Mandiri Tunas Finance dalam acara investor gathering di Jakarta, Kamis (29/11/2018). MTF menawarkan obligasi tahap I dengan target menghimpun dana sebesar Rp 1 triliun tahun 2018. 

PERUSAHAAN pembiayaan PT Mandiri Tunas Finance optimistik mencapai target pembiayaan tahun ini sebesar Rp 25 triliun. Sampai dengan Oktober 2018, proyeksi pembiayaan yang didanai MTF sudah mencapai Rp 23,3 triliun atau naik 17,5% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Salah satu upaya MTF mempertahankan pertumbuhan yang positif itu dengan mencari opsi pendanaan modal kerja melalui penerbitan obligasi yang ditawarkan dalam program Obligasi Berkelanjutan IV MTF Tahap I Tahun 2018.

Tahap pertama program tersebut ditargetkan menghimpun dana Rp 1 triliun. Jumlah ini merupakan bagian dari total dana yang diharapkan dapat dihimpun dari Penawaran Umum Berkelanjutan IV sebesar Rp 3 triliun.

Direktur Utama MTF Arya Suprihadi dalam acara Investor Gathering di Jakarta, Kamis (29/11/2018) mengatakan, penerbitan obligasi itu salah satu upaya mempertahankan pertumbuhan perusahaan tetap efisien mendukung pembiayaan masyarakat.

"Kami optismitis obligasi ini akan diterima baik investor dengan kinerja keuangan MTF yang baik," tuturnya.

Arya menambahkan, upaya lain yang dilakukan untuk mempertahankan pertumbuhan perusahaan itu adalah dengan diversifikasi produk berupa pembiayaan aneka usaha disamping pembelian kendaraan bermotor. 

"Selain itu, kami optimistis pembangunan infrastruktur yang gencar sekarang dan meningkatnya e-commerce juga mengembangkan kebutuhan akan kendaraan logistik yang pembiayaannya bisa kami dukung. Tantangannya adalah bagaimana melayani kebutuhan masyarakat dengan suku bunga yang terjangkau sesuai daya beli dan tren suku bunga yang ada," tuturnya. 

Obligasi MTF diterbitkan dalam dua seri yaitu Seri A berjangka waktu tiga tahun dengan tingkat bunga tetap 8,25%-9,75% per tahun dan Seri B berjangka waktu lima tahun dengan tingat buga tetap 9,25%-10,25%. 

Kupon bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan. Sedangkan jaminannya adalah jaminan fidusia berupa piutang performing sekurang-kurangnya sebesar 60% (enam puluh persen) dari nilai pokok obligasi terhutang.

Dana dari hasil penjualan obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dipergunakan 50% untuk pelunasan seluruhnya (refinancing) pokok Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 Seri A, dan 50% modal kerja untuk pembiayaan kendaraan bermotor Perseroan.

Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi ini adalah PT Mandiri Sekuritas dan PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia. Sedangkan bertindak sebagai Wali Amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Sesuai prospektus awal yang diterbitkan pada 29 November 2018, MTF menjadwalkan penawaran awal dilaksanakan pada 29 November 2018 hingga 13 Desember 2018. MTF juga memperkirakan akan melakukan penawaran umum pada tanggal 28 dan 31 Desember 2018, serta tanggal 2 dan 3 Januari 2019, setelah mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sedangkan untuk tanggal penjatahan diperkirakan tanggal 4 Januari 2019, perkiraan tanggal distribusi obligasi secara elektronik di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia pada 8 Januari 2019, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan dapat terlaksana pada 9 Januari 2019.

MTF merupakan perusahaan pembiayaan yang berdiri 6 Februari 2009 dengan dukungan dua pemegang saham, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (51%), dan grup otomotif independen PT Tunas Ridean Tbk (49%).

MTF terus tumbuh secara konsisten dan fokus melayani customer melalui pembiayaan di sektor otomotif dan multiguna. Pembiayaan yang diberikan meliputi, pembiayaan mobil baru, motor besar, kendaraan niaga, alat berat, dan multiguna pendidikan. Saat ini MTF melayani nasabah melalui 102 kantor cabang, dan 20 kantor satelit yang tersebar di 32 provinsi di seluruh Indonesia.

Penulis: Max Agung Pribadi
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved