Kembali Terendam Banjir, Warga RW 10 Komplek TNI AL Jatibening Pasrah

Warga Kompleks TNI AL Jatibening hanya bisa pasrah menyaksikan perumahannya terendam banjir.

Kembali Terendam Banjir, Warga RW 10 Komplek TNI AL Jatibening Pasrah
Warta Kota/Muhammad Azzam
Wilayah RW 10 Komplek TNI AL Jatibening, Pondok Gede kembali dilanda banjir, pada Kamis (29/11/2018) sore. 

Foto Muhammad Azzam/ RW 10 Komplek TNI AL Jatibening, Pondok Gede kembali dilanda banjir, pada Kamis (29/11/2018) sore.

WARTAKOTA, BEKASI----- RW 10 Komplek TNI AL Jatibening, Pondok Gede kembali dilanda banjir, pada Kamis (29/11/2018).

Hujan yang sempat menguyur deras mulai siang hingga sore tadi membuat wilayah itu mengalami banjir setinggi sekitar 20-40 sentimeter.

Warga mengaku sudah terbiasa karena wilayahnya selama sepuluh tahun lebih kerapkali meraskan banjir.

Humas Rukun Warga 10, Johnny Haryoto, 62, menjelaskan, banjir sudah terjadi sekitar tahun 2007.

"Memang kerap banjir ya, sudah biasa juga. Air si tidak masuk kedalam rumah hanya diparkiran mobil saja, soalnya rumahnya kan ditinggikan. Mangkanya kalau hujan deras mobil sudah pada diungsikan ke tempat lebih tinggi," katanya di lokasi Kamis (29/11/2018).

Ia mengatakan, banjir terjadi setiap kali wilayah itu dilanda hujan yang besar dalam kurun waktu cukup lama.

"Ya kayak sekarang saja, hujan deras bangat cukup lama langsung tergenang. Akibatnya wilayah itu terendam banjir setinggi 20-40 sentimeter," katanya.

Ia menambahkan wilayah ini dahulu tidak banjir. Namun, semenjak dibangun blok E dan F tahun 2007 membuat banjir.

"Kurang resapan airnya sama pembenahan saluran. Mangkanya Pemkot Bekasi pernah datang rencananya mau ngeruk kali yang dangkal untuk kurangi banjir," ucapnya.

Sementara Basir (48) warga setempat mengaku genangan air banjir ini sudah menjadi lumrah baginya.

"Sudah biasa banjir gini. Sekarang kan rumahnya sudah pada ditinggikan. Jadi tidak sampai masuk ke rumah. Kita kalau hujan deras sudah siap siap saja. Terus jalan depan masuk juga ditutup biar tidak ada mobil yang maksa lewat," paparnya.

Di perumahan itu terdapat sekitar 500 rumah yang tersebar di 12 Rukun Tetangga (RT). Masing-masing rumah ditinggali satu sampai dua Kepala Keluarga (KK). (M18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved