Hadapi Bencana Banjir, Tim Gabungan Pemkot Bekasi Gelar Simulasi

Hujan deras kerap mengguyur wilayah Kota Bekasi. Hal itu perpotensi terjadinya bencana banjir.

Hadapi Bencana Banjir, Tim Gabungan Pemkot Bekasi Gelar Simulasi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Tim gabungan wilayah Kota Bekasi menggelar simulasi penanggulangan banjir, di Kalimalang pada Kamis (29/11/2018). 

HUJAN deras kerap mengguyur wilayah Kota Bekasi. Hal itu perpotensi terjadinya bencana banjir.

Untuk itu tim gabungan Pemerintah Kota Bekasi menggelar simulasi penanggulangan banjir, pada Kamis (29/11/2018).

Simulasi dilakukan di Sungai Kalimalang, Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur dekat Universitas 45 (UNISMA) Bekasi.

Simulasi itu diikuti dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres Metro Bekasi Kota, Kodim 0507/Kota Bekasi, Satpol PP, dan Tagana.

Dalam adegan simulasi itu digambarkan situasi banjir dikawasan perumahan Pondol Gede. Tim menggunakan empat perahu karet melakukan penyisiran ke rumah rumah warga terdampak banjir.

Mereka yang masih berada didalam rumah dievakuasi satu persatu. Tim lebih mengutamakan orang tua lanjut usia, anak-anak serta ibu hamil.

Mereka dibawa ke tempat yang lebih aman dan tidak terdampak banjir.

Dalam adegan ini jug terdapat satu orang pingsan dan sakit. Sehingga tim Palang Merah Indonesian (PMI) yang ikut dilibatkan bisa langsung memberikan penanganan medis.

Kegiatan itu juga dihadiri Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto maupun Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto. Mereka mengecek kelengkapan peralatan untuk menanggulangi banjir.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, simulasi ini untuk melihat kesigapan dari tim gabungan dalam mengatasi bencana. Termasuk cara penanggulanganya dengan bekerjsama antar instansi.

"Jadi ini bentuk penguatan kordinasi dari instasi baik BPBD, Polres, Kodim, dan instasi lainnya dalam menganggulangi banjir," katanya, dilokasi, Kamis (29/11/2018).

Tri menjelaskan, dalam penanggulangan banjir pihaknya akan membentuk piket-piket personil 24 jam.

"Jadi harus ada personil yang standby 24. Ketika ada banjir atau apa-apa cepat dalam melalukan pergerakan untuk penanagannya," jelasnya.

Tri meminta agar setiap sumber daya baik logistik maupun personil telah siap diterjunkan kapan saja dan dimana saja saat banjir melanda.

"Semua harus siap stand by, peralatan seperti perahu maupun tenda dan logistik. Semua harus menjalin komunikasi dengan baik," paparnya. (M18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved