Dua Sayembara Mandek, Pemerintah Kota Bekasi Disebut Kerap Pencitraan

Sayembara yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi justru dianggap pencitraan, karena penataan fasilitas umum dari dua sayembara sebelumnya mandek.

Dua Sayembara Mandek, Pemerintah Kota Bekasi Disebut Kerap Pencitraan
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Foto penataan landmark hasil sayembara di jembatan penyebrangan orang (JPO) di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi yang mandek beberapa waktu lalu. Kini, Kota Bekasi berencana akan mengadakan sayembara kembali di Lapangan Multiguna, Kecamatan Bekasi Timur. 

WARTA KOTA, BEKASI--- Kebijakan Pemerintah Kota Bekasi mengadakan sayembara penataan Lapangan Mutltiguna, Jalan Lapangan Serbaguna, Margahayu, Bekasi Timur, menuai kritik.

Sayembara yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi justru dianggap pencitraan, karena penataan fasilitas umum dari dua sayembara sebelumnya mandek di tengah jalan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Heri Purnomo, menilai seharusnya Pemerintah Kota Bekasi fokus pada hasil dua sayembara sebelumnya, yakni penataan landmark jembatan penyebrangan orang (JPO) di Jalan Ahmad Yani dan Pasar Proyek Bekasi Timur.

Dua hasil sayembara ini tidak kunjung dilakukan, padahal Pemerintah Kota Bekasi sudah memberikan hadiahnya dengan total Rp 500 juta kepada pemenang.

"Dua sayembara ini kan sudah dimulai sejak tahun 2015 dan 2016 lalu, harusnya pemerintah mendahulukan penataan dua fasilitas umum itu, ketimbang membuka sayembara kembali," kata Heri, Rabu (28/11/2018).

Menurut dia, penataan landmark dan revitalisasi Pasar Proyek bisa dianggap skala prioritas karena bisa mencerminkan jati diri atau identitas Kota Bekasi kepada masyarakat umum.

Selama ini warga luar Kota Bekasi mengenal daerah berjuluk Kota Patriot tersebut lewat ikon Patung Lele yang kini telah tiada karena dirusak tokoh masyarakat.

Alasan dirusak karena binatang lele melambangkan simbol ketamakan dan keserakahan.

"Sekarang nggak ada tuh simbol atau ikon khas Kota Bekasi. Paling hanya bambu runcing yang di Jalan Mayor Hasibuan dan Jalan Joyomartono saja. Tapi perlu diingat, ikon ini memang sudah ada sejak dulu," katanya.

Dia mengungkapkan, sebetulnya legislator tidak pernah mempersoalkan bila pemerintah daerah ingin membuka sayembara.

Sayembara ini, kata dia, merupakan hak pemerintah dan bisa menjadi stimulus bagi masyarakat dalam membantu menata fasilitas umum.

"Dengan adanya sayembara ini, justru masyarakat merasa terlibat dalam pembangunan karena telah diberikan ruang untuk menyampaikan gagasannya lewat perlombaan, tapi harusnya lebih mengedepankan skala prioritas ketimbang membuka sayembara terus," imbuhnya.

Pemerintah Kota Bekasi Bakal Menggelar Sayembara Desain Lapangan Multiguna Kota Bekasi

Pembangunan Landmark Kota Bekasi Mangkrak, Ini Gara-garanya

Sayembara Nama Kafe di Madiun Berhadiah Makan Gratis Seumur Hidup

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved