Sasar Menengah Bawah, Fintech Rupiah Plus Sudah Kucurkan Rp 3 Trilun dalam 1,5 Tahun

Fintech RupiahPlus, menyatakan telah mencairkan pinjaman senilai Rp 3 triliun selama 1,5 tahun beroperasi

Sasar Menengah Bawah, Fintech Rupiah Plus Sudah Kucurkan Rp 3 Trilun dalam 1,5 Tahun
Warta Kota
CEO RupiahPlus, Rebecca Wang dan ​Randy Salim, Chief Corporate Communications Officer di kantornya,Jakarta Barat 

Perusahaan pinjaman online atau financial technology (Fintech) RupiahPlus, menyatakan telah mencairkan pinjaman senilai Rp 3 triliun selama 1,5 tahun beroperasi

Padahal, RupiahPlus hanya memiliki dua produk pinjaman, yakni senilai Rp 800 ribu dan Rp 1,5 juta. Pinjaman ini memiliki waktu jatuh tempo 14 hari.   “Kita memang menyasar segmen menengah bawah, bahkan lebih dari 50 persen orang yang meminjam ke kami adalah wanita, dalam hal ini didominasi ibu rumah tangga yang punya bisnis, atau UMKM,” ujar CEO RupiahPlus, Rebecca Wang di kantornya, Jakarta Barat, Rabu (28/11/2018).

Dikatakannya, ditengah maraknya fintech illegal yang menggunakan nama dan logo mirip RupiahPlus ia berharap masyarakat bisa lebih cerdas dan waspada memilih aplikasi untuk mencari pinjaman online.    

“Banyak perusahaan fintech ilegal yang menjiplak nama dan logo perusahaan, ini patut diwaspadai  karena biasanya nilai pinjaman yang dijanjikan masih dipotong biaya administrasi tanpa  pemberitahuan lalu jumlah yang harus dikembalikan jauh diatas nilai yang dipinjam. Selain itu, alamat kantor yang digunakan sering kali fiktif dan tidak ada tim ​customer service,” ujarnya.

Selain itu, terkait banyaknya keluhan masyarakat terkait proses penagihan oleh fintech, Rebecca mengatakan pihaknya mentaati regulasi OJK untuk melatih dan melengkapi setiap penagih hutang dengan SOP (Standard Operating Procedure) terkait tata cara penagihan yang harus dipatuhi RupiahPlus, yaitu dengan sopan, beretika, tegas namun juga mematuhi  ketentuan hukum.

“Apabila ada personil tim debt collection yang terbukti melanggar SOP ini, maka karyawan  yang bersangkutan akan dikenakan sanksi berat, atau bahkan dipecat. Kami bahkan tidak memperkenankan komunikasi penagihan melalui Whatsapp,” ujar ​Randy Salim, Chief Corporate  Communications Officer Rupiah Plus​​.  

Randy menuturkan, saat ini ada sekitar 1 juta orang yang mengunduh aplikasi RupiahPlus dan ada sekitar 375.000 yang aktif melakukan peminjaman. Ia mengatakan, kredit macet dari pelanggan hanya sekitar empat sampai enam persen dari total pelanggan yang mengajukan pinjaman. Pihaknya menargetkan pencairan pinjaman hingga 100 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,5 triliun dalam setahun di 2019 mendatang.

Editor: ahmad sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved