Lebih dari 1 Kg Barang Bukti Sabu Dalam Bungkus Teh Disita Polisi

Indikasinya, sama bungkusnya, kemungkinan sumber dari luarnya berasal dari sumber yang sama.

Lebih dari 1 Kg Barang Bukti Sabu Dalam Bungkus Teh Disita Polisi
Warta Kota
Pengedaran sabu dengan modus dimasukkan ke kemasan dan bungkus teh. 

Modus sabu yang diselundupkan dalam bungkus teh berhasil diamankan dari tangan AW alias Gogo (44) ketika diringkus Satres Narkoba Polres Tangsel di Tebet Jakarta Selatan pada 22 November 2018 lalu.

Tersangka Gogo merupakan bandar yang berhasil diringkus setelah petugas melakukan pengembangan penyelidikan.

Dalam satu bungkus teh berukuran besar, petugas menemukan narkoba jenis sabu berukuran satu kilogram (kg) dengan modus pengedaran sabu dalam bungkus teh.

Pengedaran sabu dengan modus dimasukkan ke kemasan dan bungkus teh.
Pengedaran sabu dengan modus dimasukkan ke kemasan dan bungkus teh. (Warta Kota)

Bungkus teh tersebut ditemukan petugas di dalam koper tersangka modus pengedaran sabu dalam bungkus teh.

"Sabu diselundupkan di dalam bungkus teh cina yang ditaruh di dalam koper," kata AKBP Ferdy Irawan di Mapolres Tangsel, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (28/11/2018).

AKBP Ferdy menjelaskan, modus pengedaran sabu dalam bungkus teh sudah sering diungkap oleh petugas. Barang haram itu pun diduga didapatkan dari luar negeri.

"Indikasinya, sama bungkusnya, kemungkinan sumber dari luarnya berasal dari sumber yang sama. Ketika masuk di Indonesia sudah dipecah-pecah ke tempat-tempat yang ada jaringannya," terangnya.

Dari tangan Gogo, polisi mengamankan 1.6 kilogram sabu yang masih berada dalam bungkus teh dan beberapa sabu dalam plastik klip kecil.

Sabu tersebut diduga memiliki nilai sebesar Rp 3.8 miliar.

Menurut Kasat Resnarkoba, AKP Kresno Wisnu Putranto mengatakan, saat itu petugas masih terus mendalami modus narkoba dalam bungkus teh.

"Diketahui sebelumnya, pengungkapan penyelundupan dari Malaysia dan lainnya memilki bungkus yang sama, apakah ini masih satu jaringan masih kita dalami," AKP Kresno.

Indikasinya sama bungkusnya, kemungkinan sumber dari luarnya berasal dari sumber yang sama.

Ketika masuk di Indonesia sudah dipecah-pecah ke tempat-tempat yang ada jaringannya.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved