Kesehatan

Saat Mendaki Gunung Menggigil Hebat, Hati-hati Anda Terkena Gejala Hipotermia

Hipotermia terjadi ketika orang menjadi terlalu dingin. Jika tubuh Anda mulai kehilangan panas lebih cepat, maka suhu internal Anda mulai menurun.

Saat Mendaki Gunung Menggigil Hebat, Hati-hati  Anda Terkena Gejala Hipotermia
Getty Images
Ilustrasi hipotermia 

SETIAP akhir pekan, Taman Nasional Gunung Gede-Gunung Pangrango, Jawa Barat, selalu dipenuhi para pendaki.

Bahkan, ratusan pendaki naik bersamaan ke puncak Gunung Gede.

Baik pendaki pemula yang baru coba-coba mendaki gunung atau para pendaki gunung yang sudah bolak-balik naik gunung 'beradu' otot kaki di lereng Gunung Gede.

Namun, belakangan ini, hujan terus mengguyur Gunung Gede. Para pendaki gunung kerap kehujanan saat naik gunung atau turun gunung.

Bahkan, saat bermalam di tenda di Surya Kercana, para pendaki juga harus mendekam di dalam tenda, karena hujan tak kunjung berhenti.

Ketika angin kencang dingin terus berhembus di Surya Kencana, dan hujan tiada henti, Anda harus waspada. Pasalnya, hipotermia bisa mengintai Anda setiap saat.

Sebelum Mendaki Gunung Perhatikan Tip Manajemen Pendakian

Begitu juga di Eropa, pada November ini, suhu udara terus turun hingga sekitar 11 derajat celcius, bahkan bisa lebih buruk lagi.

Udara dingin membawa bahaya musiman, bahkan udara dingin menyumbang sekitar 20 persen tingkat kematian antara Desember-Maret.

Di negara-negara maju yang rumahnya memiliki fasilitas penghangat juga banyak yang meninggal karena hipotermia saat musim dingin.

Jadi, Anda harus mengenali hipotermia ini saat Anda akan mendaki gunung atau saat berwisata ke Eropa yang saat ini sedang musim dingin.

Beby Tsabina Sakit Karena Kedinginan di Belanda

Halaman
123
Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved