Pilpres 2019

Ini Perasaan Sandiaga Uno Selama Berada di Jember Jawa Timur

Sandiaga Uno terus menyerap aspirasi masyarakat di Jember Jawa Timur sepanjang Senin (26/11/2018).

Ini Perasaan Sandiaga Uno Selama Berada di Jember Jawa Timur
Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno
Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno mengikuti seminar bertajuk 'Mendorong Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Nasional bersama UMKM dan Pengusaha Milenial' di CV Gajah Mada Jember pada Senin (26/11/2018). 

Palmerah, Warta Kota -- Sandiaga Uno terus menyerap aspirasi masyarakat di Jember Jawa Timur sepanjang Senin (26/11/2018).

Setelah mendatangi Tempat Pelelangan Ikan di Puger, dua pesantren, menyapa masyarakat ambulu kelompok tani dan guru, Sandi juga mendatangi pameran UMKM dan berkumpul bersama milenial generasi andal, mengikuti seminar bertajuk 'Mendorong Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Nasional bersama UMKM dan Pengusaha Milenial' di CV Gajah Mada Jember pada Senin (26/11/208).

Dari semua kunjungan tersebut, semuanya mengeluh akan kondisi ekonomi yang lesu.

Dari pendapatan yang berkurang hingga harga-harga yang tidak stabil. Sandi menyatakan dia melakukan kunjungan 10 hingga 15 titik per hari, untuk mendengarkan.

“Saya bertemu dengan banyak lapidan masyarakat untuk mendengarkan dan menyerap aspirasi untuk mencari solusi, bukan debat politik yang tidak berujung. Kita harus bersatu bukan memecah belah, hanya dengan bersatu kita bisa menyelesaikan masalah - masalah bangsa, khususnya masalah ekonomi,” terang Sandi.

Di acara ambalu bertemu dengan Guru dan Petani, Jumantoro menyatakan pemerintah sekarang tidak berpihak kepada petani.

Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno mengikuti seminar bertajuk 'Mendorong Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Nasional bersama UMKM dan Pengusaha Milenial' di CV Gajah Mada Jember pada Senin (26/11/2018).
Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno mengikuti seminar bertajuk 'Mendorong Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Nasional bersama UMKM dan Pengusaha Milenial' di CV Gajah Mada Jember pada Senin (26/11/2018). (Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno)

“Sekarang pertani diperdayai bukan diberdayakan,” ucap Jumantoro.

“Pemerintah harusnya hadir dan melindungi para petani bukan membuka keran impor yang membuat swasengsara petani,” kata Sandi.

Impor menurut Sandi memang harus dibatasi. Bukan hanya menyengsarakan petani, seperti petani tebu, petani sayur mayur, pelaku umkm dan lapisan masyarakat lainnya.

Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno mengikuti seminar bertajuk 'Mendorong Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Nasional bersama UMKM dan Pengusaha Milenial' di CV Gajah Mada Jember pada Senin (26/11/2018).
Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno mengikuti seminar bertajuk 'Mendorong Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Nasional bersama UMKM dan Pengusaha Milenial' di CV Gajah Mada Jember pada Senin (26/11/2018). (Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno)

Padahal banyak contoh swasembada di sekitar kita, seperti pesantren Bustanul Ulum KH Abdullah Yaqien Ponpes tertua di Puger, berdiri sejak tahun 1890, pesantren ini dipimpin oleh KH Syamsul Arifin yang dikunjunginya tadi pagi.

“Pesantren lebih dari sekadar tempat menuntut ilmu. Tapi juga penerapan dari hidup mandiri. Berdiri di kaki sendiri. Menurut Pak Kyai Syamsul Arifin, semua yang di makan santri dan keluarga merupakan hasil produksi yang dibudidayakan di pesantren. Ini membuat saya kagum. Ini merupakan contoh swasembada,” harapnya. (dwi)

Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno mengikuti seminar bertajuk 'Mendorong Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Nasional bersama UMKM dan Pengusaha Milenial' di CV Gajah Mada Jember pada Senin (26/11/208).
Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno mengikuti seminar bertajuk 'Mendorong Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Nasional bersama UMKM dan Pengusaha Milenial' di CV Gajah Mada Jember pada Senin (26/11/208). (Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno)
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved