Pilpres 2019

Bertemu Nelayan Jember, Sandiaga Uno Baru Tahu Ada Musim Piring Terbang

KUNJUNGAN calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menjadi pereda bagi para nelayan Puger, Jember, Jawa Timur.

Bertemu Nelayan Jember, Sandiaga Uno Baru Tahu Ada Musim Piring Terbang
Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengunjungi para nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger, Jember, Jawa Timur, Senin (26/11/2018). 

KUNJUNGAN calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menjadi pereda bagi para nelayan Puger, Jember, Jawa Timur.

Mereka mengadu sedang kesulitan mengalami masa paceklik di sepanjang November hingga April 2019.

Masa paceklik tersebut diungkapkan Nur Suud, salah satu nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger, lantaran sepanjang bulan tersebut masuk musim angin timur, musim yang sering kali disebut sebagai musim piring terbang.

Sandiaga Uno Dapat Sumbangan Dana Kampanye Rp 10 Juta dari Relawan di Yogyakarta

“Masa sulit kami itu ya November hingga April. Ini masa-masa paceklik. Karena laut sedang tidak bersahabat. Nah, di masa-masa ini, piring terbang semua pak, apa juga kita usahakan untuk mencukupi hidup,” ungkapnya kepada Sandiaga Uno di TPI Puger, Senin (26/11/2018).

Selain soal piring terbang, Nur yang mengaku sudah tiga generasi keluarganya melaut, juga menyampaikan soal harga ikan yang sangat tidak stabil. Harga jual ikan yang semula tinggi pada dini hari, katanya, akan jatuh bebas walau baru menginjak pukul 08.00 WIB.

"Harga ikan pagi bisa Rp 10 ribu, lewat dari jam itu akan turun lagi sampai Rp 6.000. Kita minta kesejahteraan nelayan," tuturnya.

Pengamat: Jokowi Protes Pakai Istilah Politikus Sontoloyo dan Politik Genderuwo

Tumiran, nelayan Puger lainnya, mengeluhkan jatah solar yang sangat sedikit untuk nelayan.

“Solar sangat sedikit pak, kami kadang kesulitan melaut karena tidak mendapatkan jatah solar,” ungkap Tumiran.

Sandiaga Uno menampung semua aspirasi nelayan tersebut. Dirinya berjanji merealisasikan permintaan karena seharusnya kebutuhan nelayan tersebut harus dipenuhi.

Jusuf Kalla Pernah Gagal Berbisnis karena Tidak Percaya Kecepatan Teknologi

“Saya bersama pak Prabowo akan menyerap aspirasi ini. Saya tidak mau dibentur-benturkan lagi dengan Bu Susi yang kabarnya baru beberapa hari datang ke Puger. Saya juga baru dengar istilah piring terbang ini. Semua permasalahan ini pasti ada solusinya. Insyallah jika kami melayani masyarakat Indonesia, ekonomi rakyat akan kami gerakkan,” papar Sandiag Uno.

Menurut Sandiaga Uno, dalam ekonomi yang sedang tidak baik ini, semua sektor memang terkena dampaknya. Ia menilai, harus ada solusi dengan deregulasi dan peraturan pemerintah yang melindungi ekonomi rakyat kecil.

“TPI Puger memang harus lebih dari sekadar pasar, tapi juga tempat menyejahterakan nelayannya. Lebih dari empat ribu orang bekerja di sini, dengan dua ribu kapal dan dua puluh persennya kapal besar. Saya mendengarkan keluhan mereka, menyerap aspirasi. Pemimpin yang baik adalah mendengarkan keluhan rakyatnya. Kami janji akan memperbaiki kondisi para nelayan, tidak hanya di Puger, tapi juga seluruh Indonesia,” beber Sandiaga Uno. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved