Industri Building Materials Buka Peluang Pasar Lewat Channel Online

Peluang di industri building material akan tercipta dengan memanfaatkan era digital

Industri Building Materials Buka Peluang Pasar Lewat Channel Online
ist
Retail Community menggelar talkshow bertema “Building Materials Opportunities in Retail (Online & Offline) Sector”, yang menghadirkan pembicara Errika Ferdinata (Wasekjen Gapensi, Wakomtap Konstruksi, Infrastruktur KADIN Indonesia, sekaligus Owner bildeco.com), Raditia Zafir Ahmad (Owner dari IndoBuildTech dan IndoConsTech), Dimas Ario Shakti (Wakil Ketua - Apartment - REI DKI Jakarta), Husen Suprawinata (COO dari PT Catur Sentosa Adiprana Tbk) dan terakhir CEO dari ralali.com, Joseph Aditya. Talkshow kali ini dimoderatori oleh Sally Dandel (VP Marketing - Bluescope Indonesia. 

WARTA KOTA, PALMERAH  ------- Retail community kembali lagi menggelar talkshow yang merupakan event lanjutan setelah sebelumnya talkshow yang sama digelar pada akhir Maret lalu menghadirkan Windri Widiesta Dhari owner brand fashion terkenal NurZahra.com.

Setelah sebelumnya mengangkat tema Fashion kali ini Talkshow Retail community mengambil tema baru yakni “Building Materials Opportunities in Retail (Online & Offline) Sector”, tema talkshow kali ini masih mengangkat mengenai  “Digitalisasi Point of Sales”.

Berbeda dari talkshow sebelum-sebelumnya, talkshow kali ini sangat spesial karena menghadirkan enam construction & building material expert sekaligus.

Para narasumber merupakan tokoh dari berbagai bidang yang berhubungan dengan building material diantaranya, Errika Ferdinata (Wasekjen Gapensi, Wakomtap Konstruksi, Infrastruktur KADIN Indonesia, sekaligus Owner bildeco.com), Raditia Zafir Ahmad (Owner dari IndoBuildTech dan IndoConsTech), Dimas Ario Shakti (Wakil Ketua - Apartment - REI DKI Jakarta), Husen Suprawinata (COO dari PT Catur Sentosa Adiprana Tbk) dan terakhir CEO dari ralali.com, Joseph Aditya yang dimoderatori oleh Sally Dandel (VP Marketing - Bluescope Indonesia).

Kedepan sektor konstruksi memiliki peluang yang besar, karena saat ini pemerintah terus membangun insfrastruktur awal (jalan raya, jalan tol, tranportasi umum).  Insfrastruktur pendukung (perumahan, apartemen) juga akan tumbuh seiring dengan peningkatan sektor konstruksi.

Meskipun menghadapi guncangan ekonomi beberapa bulan ini, sektor property tidak sepenuhnya terpengaruh, saat ini justru untuk sektor properti kalangan menegah kebawah masih sangat memiliki “gairah” secara bisnis.

Bicara sektor konstruksi dan properti tidak lepas dari industri building material, dimana pada era digitalisasi ini, pada komoditas building materials mengalami shifting ke online, dimana pada prinsipnya permintaan pada channel online akan meningkat seiring dengan permintaan pada channel offline ritel.

Saat ini toko bangunan kurang masuk dalam online karena belum menemukan bisnis model yang cocok untuk tipe bisnis seperti ini.

Beberapa jenis building materials yang ditengarai cukup potensial untuk masuk ke pasar online adalah yang sifatnya komoditi seperti: besi, semen, pasir, baja ringan dan kayu.

Sedangkan yang masih harus melalui pasar offline adalah building materials yang bersifat estetika seperti:  cat, keramik dan ornamen-ornamen yang sifatnya dekoratif. Hal ini disebabkan pembeli cenderung harus melihat, menyentuh dan memilih langsung building materials yang akan dibelinya.

Dapat dikatakan bahwa “Peluang di industri building material akan tercipta dengan memanfaatkan era digital dan melakukan sinergi (O2O) antar pelaku industri konstruksi dan properti.

Kreatifitas dari model campaign yang kreatif pada bisnis O2O ini juga perlu dilakukan untuk meningkatkan minat dari konsumen” ujar Rhesa Yogaswara selaku Co-Host Retail Community.

Acara talkshow pada kali ini juga mendapatkan respon yang sangat positif yang dapat dilihat dari antusias peserta talkshow yang berperan aktif pada acara tersebut.

Penulis: Nur Ichsan
Editor: m nur ichsan arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved