Konsumen Meikarta Mengaku Optimis Proyek Akan Selesai

"Kalau saya lihat mereka tetap bekerja, ini menandakan kalau kasus itu tidak mempengaruhi pembangunan," ujar Santi.

Konsumen Meikarta Mengaku Optimis Proyek Akan Selesai
Kompas.com
Bebek kuning raksasa jadi ikon baru kawasan perumahan Meikarta. 

Konsumen berharap kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta tidak membuat proyek tersebut terhenti. Mereka mengaku optimis proyek akan diselesaikan oleh pengembang.

Santi, warga Jakarta mengaku baru saja melakukan pendaftaran untuk membeli unit di Meikarta. Dirinya membeli unit tipe studio dan membayar uang muka sebesar Rp16 Juta. Wanita yang bekerja sebagai PNS di Pemprov DKI ini mengaku tidak khawatir dengan adanya kasus yang melibatkan petinggi Meikarta.

"Kalau saya lihat mereka tetap bekerja, ini menandakan kalau kasus itu tidak mempengaruhi pembangunan," ujar Santi.

Dirinya mengaku unit yang dibelinya tidak untuk dia tempati nantinya namun akan dia sewakan. Karena lokasinya yang berada di kawasan industri dia yakin kalau investasi di kawasan tersebut cukup bagus.

"Saya cuma buat investasi, kalau saya lihat lokasinya memang strategis," tegasnya.

Sedangkan Yoga warga Semarang, Jawa Tengah mengaku tidak peduli dengan kabar kasus yang menjerat Bupati Bekasi di KPK terkait masalah perijinan Meikarta. "Ada sedikit rasa khawatir, tapi saya yakin sekelas Grup Lippo pasti hal ini bukan masalah besar," katanya.

Dia menuturkan, apartemen dengan standar lumayan mewah dengan harga terjangkau sajauh ini yang dia tahu hanya Meikarta. "Soalnya apartemen dengan harga segitu cukup terjangkau. Melihat desain dan progres yang ditawarkan," ujarnya.

Sejauh ini, dia hanya memantau perkembangan kasusnya. Namun, dia yakin kalau dirinya tidak akan membatalkan pembelian apartemen tersebut.

Dia menuturkan, awal mulanya dia tertarik membeli unit apartemen di Meikarta karena melihat pengusaha yang membeli unit apartemen dari Lippo Group selalu sukses. "Saya lihat dari sisi bisnis ya, walaupun berisiko karena banyak kendala. Tapi kalau ini jadi berpotensi meraih keuntungan. Kami tahu kawasan Cikarang ini terus berkembang dunia propertinya," jelasnya.

Sejak Oktober 2017, dia sudah mengeluarkan dana sekitar Rp 40 juta untuk menyelesaikan pembayaran uang muka. "Pembayaran awal Rp 16 juta. Sisanya dicicil sejak Oktober 2017 dan sudah lunas Juli lalu. Saya juga sudah diundang untuk melakukan akad," tukasnya.

Saat ini calon pembeli yang melihat unit Meikarta bisa datang dan berkeliling dengan menggunakan golf car. Pengerjaan beberapa tower juga masih berlangsung. Truk-truk pengangkut material bangunan masih terus mondar-mandir di wilayah tersebut.

Kuasa hukum PT MSU Denny Indrayana mengatakan, proses hukum yang saat ini berlangsung di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah hal yang terpisah dan berbeda dengan proses pembangunan yang masih berjalan di Meikarta.

"Dengan demikian, kami dapat meneruskan pembangunan yang telah dan masih berjalan, sesuai dengan komitmen kami kepada pembeli, serta upaya dan kontribusi kami untuk membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Denny.

Menurut Denny, PT MSU akan bertanggung jawab dan memenuhi kewajiban-kewajiban perusahaan lainnya yang berkaitan dengan pembangunan di Meikarta. Selain itu, PT MSU juga akan tetap menghormati dan terus bekerja sama dengan KPK, untuk menuntaskan proses hukum yang sekarang masih berlangsung.

Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved