Sophia Floersch Tidak Kapok Balapan Lagi

Floersch mengalami kecelakaan hebat dan menyeramkan pada seri balapan Formula 3 (F3) di sirkuit jalanan di Kota Makau, Tiongkok, Akhir pekan lalu.

Sophia Floersch Tidak Kapok Balapan Lagi
Daily Express
Sophia Floersch 

LEWAT akun Facebook, Sophia Floersch menuliskan penyataan tentang kondisinya usai menjalani operasi selama lebih dari 11 jam akibat kecelakaan mobil balap.

Floersch mengalami kecelakaan hebat dan menyeramkan pada seri balapan Formula 3 (F3) di sirkuit jalanan di Kota Makau, Tiongkok, Akhir pekan lalu.

Mobil balap yang dikemudikannya terbang dan menghantam tempat khusus untuk pewarta foto.

Seperti dikutip The Sun, NZHerald, dan The Guardian, Floersch mengungkapkan lewat akun Facebook tentang detik-detik menyeramkan kecelakaan yang dialaminya.

Dia juga bercerita tentang kondisi yang menyakitkan saat dirinya sedang dilepaskan dari himpitan bodi mobil balap.

Namun, pembuka dari pernyataan serta cerita yang dipaparkan Floersch di akun Facebook, pebalap wanita berusia 17 tahun ini menegaskan bahwa dirinya tetap akan kembali mengemudikan mobil balap.

"Apa yang saya alami begitu menyeramkan dan menyakitkan. Akhirnya saya bisa menyampaikan pesan ini setelah menjalani 11 jam lebih operasi dan puluhan jam dalam kondisi yang tidak sadar. Apa yang terjadi telah memberikan saya keberanian yang lebih. Saya bersumpah masih ingin dan kembali lagi mengemudikan mobil balap setelah semuanya selesai," tulis gadis asal Grunwald, Jerman, ini.

Baca: PBSI Siap Gelar Indonesia Master 2019

Selain menyatakan masih ingin kembali lagi mengemudikan mobil balap, Floersch juga mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap dokter dan tim media yang telah menyelamatkan kondisinya, merawat, dan memberikannya perhatian di rumah sakit.

Floersch menuliskan, tentang pernyataan dokter yang menangani masalah cederanya. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa kondisi cederanya sanhat mengkhawatirkan.

Akibat kecelakaan yang dialaminya, Floersch menderita retak di beberapa bagian tulang belakang yang berisiko merusak posisi syaraf.

"Saya masih harus tinggal beberapa hari lagi di Macau. Saya telah selamat dari operasi 11 jam. Saya berterima kasih kepada perawat dan dokter yang telah merawat saya selama ini. Saya tidak dapat membayangkan kecelakaan yang terjadi. Saya mendengarkan penjelasan tentang cedera yang cukup parah pada bagian tulang belakang. Tapi, saya bisa selamat. Saya telah mengalami detik-detik yang menyeramkan saat kecelakaan itu terjadi pada kecepatan mencapai 180 km per jam. Saya juga mengalami menit-menit yang berat ketika proses evakuasi berlangsung. Semua menyulitkan, tapi saya bisa kembali bersemangat atas semua pekerjaan yang telah dilakukan untuk menyelamatkan saya," tulis Floersch.

Alex, ayah Floersch, mengaku hanya bisa pasrah ketika melihat kecelakaan yang dialaminya putrinya.

Dia hanya bisa bersedih saat putrinya dikeluarkan dari kabin pengemudi dalam kondisi yang tidak sadar. Alex berpikir putri tercintanya telah meninggal.

"Saya sudah pasrah dan tidak dapat berbuat apa-apa. Saya berpikir dia (Floersch) telah tiada. Tapi, dia melewati semuanya dengan selamat. Dia sudah mulai terlihat bersemangat lagi dan tidak pernah merasa kapok atau menyesal. Dia masih ingin balapan lagi jika semuanya sudah selesai," kata Alex.

Berita Ini Juga Dimuat di KORAN SUPER BALL, Kamis (22/11/2018)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved