Warga Adukan Soal Proyek Pemagaran Pasar Cisalak Depok ke Ombudsman RI

Warga Adukan Soal Proyek Pemagaran Pasar Cisalak Depok ke Ombudsman RI. Simak yuk beritanya.

Warga Adukan Soal Proyek Pemagaran Pasar Cisalak Depok ke Ombudsman RI
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Warga sekitar pasar cisalak, tutup pondasi pemagaran dengan coran sebagai bentuk penolakan pemagaran tembok di sepanjang sisi jalan di depan rumah dan tempat usaha warga, serta pasang spanduk, minggu (18/11/2018). 

RATUSAN warga yang tinggal dan memiliki tempat usaha di akses jalan masuk Pasar Cisalak, yakni di Jalan Gadog dan Jalan Uhan, di RW 6, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, akhirnya membuat laporan pengaduan ke Ombudsman RI, terkait pengerjaan proyek pemagaran tembok di seluruh area Pasar Cisalak yang tengah dilakukan Pemkot Depok.

Surat pelaporan dilayangkan warga dan diterima Ombudsman RI pada Senin (19/11/2108).

Dalam pelaporannya, warga meminta Ombudsman RI menghentikan selamanya proyek pemagaran area Pasar Cisalak yang dilakukan Pemkot Depok tersebut.

Sebab pemagaran tembok yang rencananya setinggi 2,10 meter itu, juga akan dilakukan di kanan dan kiri di sepanjang jalan masuk pasar, yang diklaim milik Pemkot Depok.

Ini artinya di depan pintu rumah dan tempat usaha warga, akan berdiri pagar tembok setinggu dua meter lebih, yang membuat rumah dan tempat usaha warga akan terisolasi dan tak memiliki akses jalan lagi.

Padahal berdasar 103 sertifikat tanah milik warga, jalan di depan rumah dan tempat usaha mereka itu, adalah jalan umum atau fasilitas umum. Namun Pemkot Depok mengklaim bahwa jalan itu adalah bagian lahan pasar dan aset milik Pemkot Depok.

"Karena kesewenang-wenangan Pemkot Depok dengan pemagaran yang akan membuat tempat tinggal kami terisolasi, warga sepakat mengadukannya ke Ombudsman RI," kata Sejahtera Perangin-angin (52), warga Jalan Gadog, RT 3/6, Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, Depok, Rabu (21/11/2018).

Menurutnya sejak awal warga menolak pemagaran itu dan sudah disampaikan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Cisalak serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Depok.

"Namun tiba-tiba sejak akhir Oktober lalu, Pemkot Depok sudah memulai pengerjaan pemagaran, tanpa sepengetahuan dan kesepatan dengan warga," katanya.

Karenanya kata dia beberapa kali warga menghentikan pengerjaan pemagaran yang sudah mulai masuk ke jalan di depan rumah warga.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved