Jurnalis Arab Saudi Hilang

Terganjal Pembunuhan Jamal Khashoggi, Posisi Putra Mahkota MBS Bakal Digantikan Pangeran Ini

STATUS Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman ( MBS) dilaporkan mendapat ancaman dari sesama anggota kerajaan.

Terganjal Pembunuhan Jamal Khashoggi, Posisi Putra Mahkota MBS Bakal Digantikan Pangeran Ini
AFP/Bandar Al-Jaloud via Kompas.com
DALAM foto yang dirilis Selasa (23/10/2018), putra mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman ber-swafoto dengan seorang pria di konferensi Inisiatif Investasi Masa Depan (FII) di Riyadh. Di sebelah MBS nampak miliarder Pangeran Al-Walid bin Talal, yang pernah ditangkap dalam operasi pemberantasan korupsi tahun lalu. 

STATUS Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman ( MBS ) dilaporkan mendapat ancaman dari sesama anggota kerajaan.

Penyebabnya adalah kabar pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, yang mengemuka satu bulan terakhir.

Baca: Pangeran MBS Perintahkan Pembunuhan Khashoggi, Trump: Kesimpulan CIA Prematur, Tunggu 2 Hari Lagi

Baca: Ini Ucapan Raja Salman soal Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Sumber internal kepada Reuters via Al Jazeera Selasa (20/11/2018) berkata, mereka bakal mencegah MBS untuk naik takhta.

Si sumber menjelaskan, puluhan pangeran maupun sepupu dari Dinasti Al Saud ingin adanya perubahan dalam suksesi kekuasaan.

Namun, mereka tak akan melakukannya sepanjang sang ayah, Raja Salman, yang bertakhta sejak 23 Januari 2015 masih hidup.

Mereka berdiskusi setelah Raja Salman wafat, mereka bakal mengajukan adiknya, Pangeran Ahmed bin Abdulaziz, menjadi putra mahkota.

Pengajuan Wakil Menteri Luar Negeri Saudi selama 40 tahun terakhir itu tidak saja mendapat dukungan dari internal kerajaan maupun pejabat negera.

Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) anonim menuturkan, negaranya dan beberapa kekuatan dunia Barat lainnya bakal menjagokan pangeran berusia 76 tahun tersebut.

Pangeran Ahmed yang terhitung merupakan paman MBS dilaporkan telah kembali ke Riyadh pada Oktober setelah dua bulan sebelumnya menetap di luar negeri.

Selama di luar negeri, Pangeran Ahmed kerap mengkritik kepemimpinan Saudi, dan menemui pengunjuk rasa di London yang menuntut Dinasti Saudi runtuh.

Halaman
123
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved