Sektor UKM Dibuka untuk Asing, Fadli Zon Sebut Kebijakan Jokowi Membunuh Rakyat

Dalam kicauannya, Fadli Zon menilai pemerintah sangat terburu-buru dalam mengambil kebijakan.

Sektor UKM Dibuka untuk Asing, Fadli Zon Sebut Kebijakan Jokowi Membunuh Rakyat
Kompas.com
Fadli Zon. 

Palmerah, Warta Kota -- Kebijakan pemerintah lewat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia terkait dikeluarkannya sebanyak 54 bidang usaha dari Daftar Negatif Investasi (DNI) dinilai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Fadli Zon sangat berbahaya.

Terlebih memperbolehkan modal asing masuk ke bidang-bidang usaha yang selama ini digeluti Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Kekhawatirannya terhadap kebijakan pemerintah melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI itu disampaikannya lewat akun twitternya @fadlizon; pada Rabu (21/11/2018).

Dalam kicauannya, Fadli Zon menilai pemerintah sangat terburu-buru dalam mengambil kebijakan.

"Sy menilai Pemerintah ‘grusa-grusu’ dlm merilis kebijakan. Mereka tak melakukan studi dan analisis yg mendalam atas bidang usaha yg hendak dideregulasi. Dan itu buruk sekali," ungkap Fadli Zon.

Hal tersebut dibuktikannya lewat pembukaan jasa interkoneksi internet (NAP) bagi asing. Hal tersebut katanya sangat berbahaya, mengingat di era teknologi saat ini, kedaulatan tidak hanya berupa fisik semata, tetapi meliputi dunia digital.

Merujuk pernyataan sejumlah perkumpulan profesional telekomunikasi, lanjutnya, NAP merupakan batas teritorial digital, alias cyber border.

Sehingga apabila bisnis tersebut diperbolehkan 100 persen dimiliki asing, ini sama saja dengan menyerahkan batas kedaulatan kita untuk dikelola orang asing.

"Jadi, alih-alih merealisasikan janji kampanye melakukan buyback Indosat, Presiden @jokowi kini malah potensial sedang menyerahkan kedaulatan telekomunikasi kita kepada asing!," ungkapnya.

Selain itu, tambah Fadli Zon, seharusnya sebelum mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI, Pemerintah sebaiknya mengevaluasi paket-paket kebijakan ekonomi sebelumnya, apakah berjalan atau tidak, lalu apa dampaknya bagi perekonomian, positif ataukah negatif.

Halaman
123
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved