Pembunuhan di Bekasi

Polisi Ajak Jaksa Saksikan Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Rekonstruksi dimulai pukul 11.30, dan menghadirkan Haris Simamora selaku tersangka pembunuh satu keluarga itu.

Polisi Ajak Jaksa Saksikan Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi
WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Rekonstruksi pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Rabu (21/11/2018). 

POLISI melibatkan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi dalam rekonstruksi kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Bonjong Nangka II RT 02/07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Rabu (21/11/2018).

Rekonstruksi dimulai pukul 11.30, dan menghadirkan Haris Simamora selaku tersangka pembunuh satu keluarga itu.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan, polisi mengajak pihak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi untuk menyaksikan jalannya reka adegan atau rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan empat orang tersebut.

Baca: Jelang Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Emak-emak Datang Lebih Pagi Ketimbang Polisi

"Ya kita ajak Kejaksaan untuk bisa melihat langsung rekonstruksi ini," ujar Indarto kepada wartawan, Rabu (21/11/2018).

Ia menjelaskan, hadirnya pihak kejaksaan agar dapat melihat secara utuh aksi pelaku saat melakukan aksi pembunuhan.

"Jadi kan mungkin setelah beberapa adegan rekonstruksi ini ada beberapa perbaikan pasal atau penguatan setelah kita diskusikan dengan JPU, itu mungkin terjadi. Makanya kita ajak Kejaksaan untuk bisa melihat ini, sehingga nanti lancar saat pelimpahan berkas," paparnya.

Baca: Putar Lagu Kebangsaan Korut Saat Korsel Bartanding Lawan Yordania, AFC Minta Maaf

Indarto menerangkan, pada rekonstruksi kasus pembunuhan ini, terdapat 62 adegan di enam lokasi yang akan diperagakan pelaku.

"Ada 62 adegan di enam lokasi. TKP pembunuhannya, ada TKP pelariannya, TKP pelaku menyembunyikan mobilnya, TKP pelaku berobat kedokter, sampai pelarian ke Garut. Rekonstruksi kita lakukan selama dua hari," jelasnya.

Ia menambahkan, tujuan rekonstruksi untuk mensinkronkan alat bukti yang sudah diperoleh. Mulai dari keterangan tersangka, laboratorium forensik, hingga keterangan saksi.

Baca: Soal Dana Kelurahan, Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Berprasangka Baik kepada Pemerintah

"Nanti kita reka ulang di sejumlah lokasi, untuk membantu menguatkan alat bukti. Kalau sinkron semuanya jadi menguatkan alat bukti kami, sehingga kami dan kawan-kawan jaksa bisa cepat menerima berkas," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved