Cuma 38 Menit, Perang Inggris Vs Zanzibar Ini Tersingkat di Dunia

BANYAK konflik bersenjata dalam sejarah dunia yang tidak terlalu banyak diketahui, salah satunya perang antara Inggris dan Zanzibar pada 1896.

Cuma 38 Menit, Perang Inggris Vs Zanzibar Ini Tersingkat di Dunia
Richard Dorsey Mohun
INILAH kondisi istana Sultan Zanzibar usai dibombardir AL Inggris pada 27 Agustus 1896 selama 38 menit. 

BANYAK konflik bersenjata dalam sejarah dunia yang tidak terlalu banyak diketahui, salah satunya perang antara Inggris dan Zanzibar pada 1896.

Perang ini, meski tidak terlalu banyak diceritakan, menjadi unik karena hanya berlangsung 38 menit. Alhasil, konflik ini menjadi perang tersingkat di dunia.

Kisahnya berawal dari penandatanganan perjanjian Heligoland-Zanzibar antara Inggris dan Jerman pada 1890. Perjanjian ini secara efektif membagi pengaruh kedua negara besar itu di Afrika Timur.

Dalam perjanjian itu disepakai Zanzibar diserahkan kepada Inggris sementara Jerman mendapatkan Tanzania. Dengan perjanjian ini, Inggris mendeklarasikan Zanzibar menjadi wilayah protektoratnya dan berencana menempatan sultan boneka di kawasan itu.

Pada 1893, Hamad bin Thuwaini yang menjadi pendukung setia Inggris mendapatkan posisi sebagai Sultan Zanzibar. Selama tiga tahun berkuasa, pemerintahan Hamad relatif damai hingga 25 Agustus 1896 ketika dia tiba-tiba meninggal dunia.

Baca: Terganjal Pembunuhan Jamal Khashoggi, Posisi Putra Mahkota MBS Bakal Digantikan Pangeran Ini

Sejumlah pelaut Inggris berdiri di dekat sebuah meriam milik Kesultanan Zanzibar yang mereka rebut usai perang pada 27 Agustus 1896.
Sejumlah pelaut Inggris berdiri di dekat sebuah meriam milik Kesultanan Zanzibar yang mereka rebut usai perang pada 27 Agustus 1896. (Richard Dorsey Mohun)

Meski penyebab kematian Hamad tidak pernah terungkap, banyak yang meyakini Hamad tewas diracun sepupunya sendiri, Khalid bin Barghash. Keyakinan itu semakin kuat setelah beberapa jam usai kematian Hamad, Khalid memasuki istana dan mengambil posisi Sultan, tanpa persetujuan Inggris.

Langkah Khalid ini tentu saja membuat Inggris berang dan diplomat senior Inggris di wilayah itu Basil Cave langsung mendesak agar Khalid membatalkan niatnya menduduki tahta Zanzibar.

Namun, Khalid mengabaikan semua peringatan Inggris dan malah mengumpulkan pasukannya di sekitar istana.

Pasukan yang dikumpulkan Khalid ini amat terlatih dan dipersenjatai dengan baik meski mereka hanya memiliki beberapa senapan dan meriam saja.

3.000 Prajurit

Halaman
1234
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved