Pemkot Depok Hentikan Pemagaran Pasar Cisalak

Mendapat penolakan keras dari warga, Pemkot Depok akhirnya menghentikan sementara proyek pemagaran Pasar Cisalak.

Pemkot Depok Hentikan Pemagaran Pasar Cisalak
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Warga sekitar Pasar Cisalak, berjaga-jaga dan menghalau pekerja yang akan mengerjakan pemagaran tembok di sepanjang sisi jalan di depan rumah dan tempat usaha warga, Sabtu (17/11/2018). 

PEMKOT Depok melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok akhirnya menghentikan sementara proyek pemagaran tembok di area Pasar Cisalak, Cimanggis, Depok, sejak pekan ini.

Hal itu dilakukan setelah sebelumnya Disdagin Depok tetap ngotot untuk melanjutkan pemagaran, yang berujung pengusiran terhadap para pekerja oleh ratusan warga sekitar, Sabtu (17/11/2018) lalu.

Bahkan setelah berhasil mengusir belasan pekerja yang mulai membuat pondasi pagar tembok di sisi jalan di depan rumah, warga juga membentangkan spanduk berisi penolakan sepanjang 50 meter di samping gedung pasar.

Bukan itu saja, warga juga menutup lubang pondasi pagar yang dibuat pekerja dengan menggunakan semen cor.

"Karenanya terhenti atau kita hentikan pemagarannya. Untuk kelanjutannya masih dalam pembahasan," kata Kepala Disdagin Depok, Kania Parwati kepada Warta Kota, Selasa (20/11/2018).

Selanjutnya kata dia, pihaknya akan kembali mengadakan pertemuan dengan warga sekitar, untuk melihat apakah pengerjaan pemagaran bisa dilanjutkan atau tidak.

"Direncanakan akan diidentifikasi masalahnya untuk dilakukan pemecahan dan solusinya," kata Kania.

Kania mengakui masih adanya penolakan warga dan pemilik toko di area Pasar Cisalak atas pemagaran area pasar.

Dalam plang proyek pemagaran diketahui bahwa pengerjaan pemagaran dilakukan oleh CV Mega Copilas di bawah Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok.

Waktu pelaksanaan selama 75 hari dengan nilai pekerjaan Rp 1.549.415.000 atau sekitar Rp.1,5 miliar.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved