Pelajaran dari Peringatan Hari Ciliwung di Sungai Tamagawa Jepang

Sebanyak 5 aktivis penggiat Ciliwung dari komunitas berbeda yang peduli akan konservasi Sungai Ciliwung diundang ke Jepang pada 8 sampai 12 November

Pelajaran dari Peringatan Hari Ciliwung di Sungai Tamagawa Jepang
Istimewa
Kegiatan 5 aktivis penggiat Ciliwung di peringatan Hari Ciliwung di Sungai Tamagawa, Kawasaki, Jepang. 

Depok, Warta Kota -- Sebanyak 5 aktivis penggiat Ciliwung dari komunitas berbeda yang peduli akan konservasi Sungai Ciliwung diundang ke Jepang pada 8 sampai 12 November lalu.

Di sana mereka menghadiri peringatan Hari Ciliwung yang digelar di Sungai Tamagawa, Jepang.

Hari Ciliwung diperingati setiap tanggal 11 November setiap tahunnya sejak 2012 lalu.

Taufiq DS, salah satu aktivis yang diundang ke Jepang itu, dan merupakan pendiri Komunitas Ciliwung Depok (KCD) mengatakan banyak sekali pelajaran yang mereka dapatkan dari peringatan Hari Ciliwung yang digelar warga di Sungai Tamagawa di kawasan Kawasaki, Jepang itu.

"Bagaimana mengelola Sungai untuk menjadi lebih baik serta sejumlah pengalaman dari aktivis pecinta Sungai Tamagawa, menjadi masukan berarti bagi kami untuk tak hentinya merawat Ciliwung. Sebab Sungai Tamagawa di Jepang, dulunya juga tidak terurus dan kumuh sebelum menjadi lebih baik dan indah seperti sekarang ini," kata Taufiq kepada Warta Kota, Selasa (20/11/2018).

Ia menjelaskan diundangnya 5 aktivis penggiat Ciliwung adalah hasil kerja Komunitas Tamagawa yang merupakan komunitas aktivis Sungai Tamagawa dengan dimediasi oleh Jakarta Osoji Club.

Kegiatan 5 aktivis penggiat Ciliwung di peringatan Hari Ciliwung di Sungai Tamagawa, Kawasaki, Jepang.
Kegiatan 5 aktivis penggiat Ciliwung di peringatan Hari Ciliwung di Sungai Tamagawa, Kawasaki, Jepang. (Istimewa)

Menurut Taufiq, sebelum tahun 1980 Sungai Tamagawa juga kumuh dan tak terurus.

Namun atas kinerja Komunitas Tamagawa akhirnya dua pemerintah kota dan satu pemerintah propinsi yang dilewati sungai Tamagawa pada 1980 berkomitmen melakukan perawatan sungai.

"Dengan didukung oleh rekayasa teknologi lingkungan yang selalu berkembang sampai kini, serta konsistensi. Ini merupakan pelajaran berarti bagi kami untuk bisa menerapkannya bertahap di Ciliwung," katanya.

Sungai Tamagawa yang sempat tidak terurus dan kumuh, kini kondisinya berbanding terbalik karena sangat terawat, bersih dan indah.
Sungai Tamagawa yang sempat tidak terurus dan kumuh, kini kondisinya berbanding terbalik karena sangat terawat, bersih dan indah. (Istimewa)

Sama halnya dengan Ciliwung yang mengalir sampai ke Ibukota negera, Sungai Tamagawa juga mengaliri sebagian besar Ibukota Jepang, yakni Tokyo tepatnya di pulau Honsyu.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved