Devita Rusdi Dampingi Bocah Korban Pelecehan Seksual di Jakarta Timur

Artis cantik Devita Rusdi mendampingi seorang anak korban pelecehan seksual di Jakarta Timur.

Devita Rusdi Dampingi Bocah Korban Pelecehan Seksual di Jakarta Timur
istimewa
Devita Rusdi alias Devita Prihartini dan anggota organisasi Perempuan Peduli Keadilan (PPK) DKI Jakarta bersama bocah perempuan berinisial Y (7) di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin (19/11/2018). Bocah perempuan berinisial Y dan masih berusia 7 tahun itu diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pria berinisial KTM, tetangganya sendiri yang berprofesi sebagai seorang guru SMP. 

ARTIS cantik Devita Rusdi alias Devita Prihartini kembali menunjukkan kepeduliannya dalam memperjuangkan hak kaum perempuan dan anak-anak.

Kali ini, Devita Prihartini bersama organisasi Perempuan Peduli Keadilan (PPK) terjun langsung untuk mendampingi seorang bocah perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual.

Bocah perempuan berinisial Y dan masih berusia 7 tahun itu diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pria berinisial KTM, tetangganya sendiri yang berprofesi sebagai seorang guru SMP.

Artis cantik sekaligus keponakan Tantowi dan Helmi Yahya tersebut bersama pengacara kondang Sunan Kalijaga kemudian mendatangi Mapolres Metro Jakarta Timur pada Senin (19/11/2018) pagi.

Kedatangan mereka adalah untuk mendampingi keluarga korban mencari keadilan karena kasus pencabulan tersebut tak kunjung diproses dengan serius alias mandek.

"Kami sangat prihatin sekali dengan penegakan hukum di negara kita. Hati saya hancur mengetahui kasus yang sangat biadab ini disepelekan dan tidak ditindaklanjuti. Bahkan saat ini pelaku pencabulan tersebut masih bebas berkeliaran," ujar Devita Prihartini kepada Warta Kota, Selasa (20/11/2018).

Wanita kelahiran Bandung, 34 tahun silam itu berkomitmen untuk mengawal kasus tersebut sampai benar-benar tuntas.

Ia berharap pelaku pencabulan mendapatkan hukuman yang setimpal atas kebiadaban yang telah dilakukannya terhadap seorang bocah.

"Kasus yang sangat miris sekali. Seorang guru, seorang suami, seorang ayah bagi anak-anaknya ternyata adalah Predator. Kami sebagai organisasi sosial yang memang bergerak di bidang keadilan bagi kaum perempuan dan anak-anak akan terus mendampingi korban dan keluarganya sampai tuntas. Pelaku harus segera diadili dan mendapatkan hukuman yang berat, agar tidak ada lagi korban berikutnya," tutur Devita Prihartini.

Ia kemudian menceritakan kronologi kejadian pencabulan yang menimpa bocah perempuan berinisial Y.

Halaman
12
Penulis: Hamdi Putra
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved