Penipuan

Cegah Penipuan di ATM, Polisi Minta untuk Lakukan Hal Ini

Jajaran Polres Tangerang Selatan meminta kepada masyarakat untuk terus berhati-hati dengan maraknya modus penipuan kartu ATM

Cegah Penipuan di ATM, Polisi Minta untuk Lakukan Hal Ini
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho, saat menunjukkan barang bukti kartu ATM pada rilis penipuan ATM di Mapolres Tangsel, Selasa (20/11/2018). 

JAJARAN Polres Tangerang Selatan meminta kepada masyarakat untuk terus berhati-hati dengan maraknya modus penipuan kartu anjungan tunai mandiri (ATM).

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho menegaskan jika menemukan kendala dengan kartu ATM untuk tidak mempercayai siapapun kecuali petugas resmi.

"Jika anda merasa kesulitan di ATM, jangan percaya dengan orang yang bukan operator ATM tersebut," kata Alexander di Mapolres Tangsel, Selasa (20/11/2018).

Selain itu, Alexander juga mengimbau untuk segera melapor kepada aparat setempat bila merasa ditipu oleh oknum yang diduga melakukan tindak kejahatan.

Baca: Penipu ATM Membawa Foto Wanita di Kantong dan Bulu Macan sebagai Jimat

Pasalnya, berbagai modus penipuan ATM mulai dari kartu yang diganjal sampai ditipu dengan omongan marak terjadi.

"Jika merasa pernah menjadi korban penipuan dengan modus seperti itu silakan melapor, biar kita tindak lanjuti," ujar Alexander.

Jajaran Polres Tangerang Selatan baru saja mengamankan dua orang yang diduga menjadi tersangka penipuan ATM yang menggunakan modus berpura-pura menjadi orang pintar.

Baca: Kliennya Jadi Korban Penipuan, Pengacara Ratna Sarumpaet Enggan Komentar

Komplotan itu akan mengajak bicara korbannya yang berada di ATM dan menganggap korban terkena serangan ilmu hitam.

Setelah terbuai bujuk rayu pelaku, korban secara tidak sadar menukar kartu ATM-nya dan memberikan pinnya.

"Korban pada saat mengambil di ATM ditemui oleh lebih dari satu orang yang kemudian diajak mengobrol, tanpa sadar kartu ATM korban sudah ditukar dan korban juga memberikan pinnya," papar Alexander.

Akibat tindakannya mengelabui korban pelaku dijerat pasal 378 KUHPidana dengan ancaman pidana paling lama empat tahun penjara.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved