Camat di Bekasi Terlibat Kasus Pemalsuan Akta Tanah, Kinerja Polisi-Jaksa Dipertanyakan

PEMILIK tanah yang diduga aktanya dipalsukan oleh Camat Pondokgede berinisial M mempertanyakan kinerja kepolisian dan Kejaksaan Negeri Bekasi.

Camat di Bekasi Terlibat Kasus Pemalsuan Akta Tanah, Kinerja Polisi-Jaksa Dipertanyakan
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Pagar berupa drum berisi beton yang menghalangi jalan masuk ke Kantor Camat Limo, Kota Depok. Akses itu sudah 2 hari ditutup oleh warga karena sengketa lahan.(ilustrasi) 

PEMILIK tanah yang diduga aktanya dipalsukan oleh Camat Pondokgede berinisial M mempertanyakan kinerja kepolisian dan Kejaksaan Negeri Bekasi.

Sebab pasca penetapan M dan anak buahnya berinisial AR sebagai tersangka oleh polisi pada Agustus 2018 lalu, berkas kedua aparatur sipil negara (ASN) Kota Bekasi ini belum kunjung rampung untuk disidangkan ke Pengadilan Negeri Bekasi.

"Informasi yang saya terima berkas sudah keluar-masuk dari Polrestro Bekasi Kota ke Kejaksaan Negeri sampai dua kali. Katanya ada beberapa hal yang perlu dilengkapi polres, makanya berkas dikembalikan oleh kejaksaan," kata Yusuf Riza (52) pemilik lahan pada Selasa (20/11).

Dua ASN Kota Bekasi berinisial M dan AR telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota atas dugaan pemalsuan akta tanah. Bahkan polisi telah mengantongi dua alat bukti yang bisa menjeratnya ke persidangan.

M dan AR juga tidak ditahan polisi, karena dianggap sebagai pelayaan publik sehingga tidak akan melarikan diri. "Ini yang menjadi pertanyaan kita juga, kenapa mereka tidak ditahan padahal sudah ditetapkan sebagai tersangka. Apalagi sosok salah satu pelaku (M) merupakan pejabat di wilayah Pondokgede," ujarnya.

Yusuf menjelaskan, kasus ini pertama kali mencuat saat dia hendak membangun rumah di lahan seluas 200 meter persegi di daerah Pondokgede. Tiba-tiba, kata dia, ada orang lain yang mengaku sebagai pemilik lahan itu bermodalkan akta.

Padahal Yusuf sendiri telah mengantongi legalitas dokumen berupa sertifikat kepemilikan tanah itu. "Kan aneh, saya sudah punya sertifikat tiba-tiba ada pihak lain datang mengaku bahwa tanah ini miliknya," kata dia.

Atas rekomendasi keluarganya, Yusuf kemudian melaporkan kasus ini ke Mapolsek Pondokgede pada tahun lalu. Beberapa pekan kemudian, Yusuf membuat laporan baru namun perihal yang sama ke Polrestro Bekasi Kota. "Pas saya lapor ke polres, kasus terus berjalan sampai pelaku ditetapkan sebagai tersangka," jelasnya.

Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota Komisaris Besar Indarto mengatakan, berkas dugaan pemalsuan yang dilakukan oknum Camat dan anak buahnya telah dikembalikan lagi ke Kejaksaan Negeri Bekasi. "Sudah (dikembalikan). Mohon doanya agar segera P21 (dinyatakan lengkap)," singkatnya.

Peristiwa ini bermula ketika seorang warga berinisal G kehilangan empat akta tanah. Selanjutnya, ia melaporkan ke Kecamatan Pondokgede untuk dibuatkan yang baru. Dia lalu minta dibuatkan empat akta, namun dikasih satu akta tanah yang berisi kesatuan dari empat bidang dengan total luas 900 meter persegi.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku belum mendapat informasi resmi dari kepolisian setempat atas penetapan status tersangka yang disandang dua anak buahnya. Karena itu, dua pegawai itu belum dinonaktifkan dari pemerintahan. "Kalau belum menerima (informasi resmi) apa mesti saya langsung berhentikan jabatannya? Yah, kalau pemerintah belum menerima, kita tidak bisa mengambil keputusan," kata Rahmat.

Rahmat mengatakan, persoalan hukum pihaknya selalu menyerahkan hal ini ke penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan. Sejauh ini, kata dia, proses pemerintahan terus berjalan meski dua anak buahnya dikabarkan sebagai tersangka.

"Pada saat pejabat ditetapkan sebagai tersangka, dia diberhentikan dari jabatannya. Tapi sampai saat ini kita belum menerima penetapan tersangka," ujarnya. 

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved