Pegawai Balai Kota yang Pulang Pukul 16.00 Kini Tak Bisa Naik Bus Pemprov DKI Lagi

Ada sekitar 1.900 pegawai yang menggunakan bus yang disediakan Pemprov DKI Jakarta.

Pegawai Balai Kota yang Pulang Pukul 16.00 Kini Tak Bisa Naik Bus Pemprov DKI Lagi
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta. 

MULAI Senin (19/11/2018) hari ini, bus pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan meninggalkan Balai Kota pada pukul 19.00, yang biasanya pukul 16.00.

"Menurut catatan kita, karyawan yang menggunakan bus itu selalu pulang jam 16.00 sore. Kalau sudah mau jam 16.00 sore, mereka akan cepat-cepat pulang," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada wartawan di Balai Kota, Senin (19/11/2018).

Ada sekitar 1.900 pegawai yang menggunakan bus yang disediakan Pemprov DKI Jakarta.

Baca: Kecamatan Jatinegara Gerebek Sampah di Kali Cipinang, Berharap Warga Mencontoh

Dari pengumuman yang ditandatangani Sekda DKI Saefullah, terhitung 19 November sampai 30 November, jam operasional bus dari Balai Kota pukul 19.00. Sedangkan mulai 3 Desember 2018 dan seterusnya, bus karyawan baru bisa keluar dari Balai Kota pada pukul 20.00.

Bukan rahasia umum, pegawai Pemprov DKI Jakarta akan berkemas sebelum pukul 16.00. Setelah Salat Asar, mereka rapi-rapi dan bersiap di fingerprint. Lalu pada pukul 16.00, mereka akan langsung menuju bus karyawan. Apalagi, bus memang akan berangkat pada pukul 16.00.

Menurut Anies Baswedan, kondisi tersebut menjadikan fasilitas transportasi pemerintah justru dipakai untuk mereka yang pulang awal. Sedangkan mereka yang kerjanya lebih panjang, justru tidak mendapatkan akses kendaraan.

Baca: Lima TOD Bakal Dibangun di Dekat Stasiun LRT di Kota Bekasi

"Jadi mulai hari ini dipindahkan bus-bus itu berangkatnya jam 7 malam. Bagi mereka yang mau pulang sebelum jam 7 malam, bisa pakai kendaraan umum seperti yang lainnya," papar Anies Baswedan.

Kebijakan ini diambil setelah Anies Baswedan banyak menerima keluhan para atasan di tempat anak buah. Sebab, begitu jarum pendek mendekati angka 4, semuanya berkemas-kemas. Pukul 16.00 kurang, mereka sudah berada di depan tempat fingerprint. Begitu tepat pukul 16.00, mereka langsung memencet fingerprint lalu menuju bus dan pulang.

"Kondisi itu bukan satu sikap kerja yang baik. Kasihan yang kerja keras, yang kerjanya tambah malah justru tertinggal. Sekarang biarkan yang kerjanya tambah dapat fasilitas," papar Anies Baswedan. (*)

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved