DKI Jakarta Diharapkan Gelar Sayembara Atasi Kali Item Dekat Wisma Atlet Kemayoran

Pemerintah DKI diharapkan dapat menggelar sayembara yang bertujuan untuk menampung ide-ide atau inovasi dari masyarakat hadapi masalah Kali Item.

DKI Jakarta Diharapkan Gelar Sayembara Atasi Kali Item Dekat Wisma Atlet Kemayoran
Biro Pers Setwapres
Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memeriksa Kali Item di belakang Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat, Jumat (3/8/2018). 

PEMERINTAH Provinsi DKI diharapkan dapat menggelar sayembara yang bertujuan untuk menampung ide-ide atau inovasi dari masyarakat hadapi masalah Kali Item dekat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Rissalwan Lubis, mengatakan, penyelenggaraan sayembara dapat mengundang ide dari masyarakat luas sehingga pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat meneruskan ide itu.

"Itu justru sangat baik, mengundang inovasi dari masyarakat. Nanti Pemda DKI tinggal teruskan, kasih hadiah tidak usah besar sampai ratusan juta rupiah, kasih motor saja pemenangnya pasti sudah merasa bangga," katanya, di Jakarta, Senin (19/11/2018).

Inovasi dari individu tentang penanganan polusi dinilai efektif, seperti seorang warga Malang, Jawa Timur, bernama Agus, beberapa tahun silam yang membuat tangki penyaringan air limbah menjadi air bersih dengan teknologi sederhana.

Agus awalnya membuat tangki AG dari inisial namanya karena rumahnya di pinggir kali dan orang-orang tiap malam buang kotoran manusia ke kali memakai kantong dan melemparnya sehingga tersangkut di depan rumahnya. 

Melalui pendekatan ke tetangganya, tangki AG yang berbentuk drum besar yang dapat memilah sampah padat dan cair.

Setelah air masuk lewat tangki, air itu dilewatkan ke septik tank terbuka yang telah ditempatkan tanaman seperti rumput papirus dan eceng gondok.

"Saya pernah bertemu Pak Agus, bahkan air hasil penyaringan itu digunakannya untuk cuci tangan. Berkat itu juga beliau mendapatkan banyak penghargaan, salah satunya Ashoka Award," ucap Lubis.

Buah kreativitas Agus membawanya menjadi pegawai negeri sipil sebagai apresiasi pemerintah setempat karena inovasinya menyelamatkan banyak warga dari krisis polusi air.

Lubis menggarisbawahi bahwa satu orang seperti Agus dapat membawa perubahan besar, apalagi pemda yang memiliki kekuatan lebih besar.

Pemerintah DKI Jakarta diharapkan agar membuat penanganan jangka panjang karena kondisi air di Kali Item yang sudah sangat bau dan hitam.

Langkah yang diambil untuk sementara yakni pemasangan beberapa pompa untuk menambah debit air untuk memaksimalkan penjernihan air dengan teknologi nano bubble. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved