Kolom Maryono Basuki

Bersihkan Udara Nusantara dari Polusi

Para capres sedang kejar-mengejar popularitas dengan cara memutarbalikan fakta, membuat takut, mengarang drama sesat, melakukan hal tak lazim.

Bersihkan Udara Nusantara dari Polusi
Istimewa
ILUSTRASI pencemaran udara 

Oleh: Maryono Basuki (Dosen Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama)

 “FIREHOSE of falsehood” (semburan kebohongan) tengah berlangsung di atmosfir Nusantara.

Para capres sedang kejar-mengejar popularitas dengan cara memutarbalikan fakta, membuat takut, mengarang drama sesat, melakukan hal tak lazim, kemudian ditutup dengan pengingkaran dan minta maaf.

Tidak ada yang merasa malu atau takut. Tidak ada yang teringat akan dosa. Teknik propaganda semacam ini telah terbukti dengan ampuh berhasil melambungkan Donald Trump (pemilu AS 2016), Vladimir Putin (pemilu Rusia 2018), dan Jair Messias Bolsonaro (kampanye pilpres Brasil 2018) menjadi orang nomor satu di negara mereka. Berita fiktif ternyata menyebar jauh lebih cepat dibandingkan kebenaran.

Masaru Emoto, peneliti dari Hado Institute di Tokyo,  Jepang pada tahun 2003 menulis buku "The Secret Life of Water".

Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air.

Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit.

Bagaimana dengan udara? Ketika masih kelas dua SD, luka bekas operasi di perut saya tampak memerah. Ibu bapak sangat khawatir.

Kakek memangku saya, membaca doa, kemudian meniup bekas jahitan operasi di perut saya. Alhamdulillah esok harinya bekas luka yg memerah itu memudar. Menurut saya, udara bisa lebih hebat dari air.

Saya pernah tracking dari Besuki naik ke Argopuro, turun kemudian naik lagi ke Bromo. Sebelumnya, kita minta nasihat orang yang dituakan di sebuah desa di kaki gunung Argopuro.

Halaman
12
Editor: Achmad Subechi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved