Pemutakhiran Data Administrasi Kependudukan di Jakarta Utara Nyaris Mencapai 100 Persen

Saat ini dalam pemutakhiran data administrasi kependudukan (adminduk) di wilayah Jakarta Utara nyaris mencapai 100 persen.

Pemutakhiran Data Administrasi Kependudukan di Jakarta Utara Nyaris Mencapai 100 Persen
Kompas.com
Ilustrasi kartu keluarga. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK---Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Jakarta Utara, Erik Polim Sinurat, mengatakan, saat ini dalam pemutakhiran data administrasi kependudukan (adminduk) di wilayah Jakarta Utara nyaris mencapai 100 persen. Mengingat dalam waktu dekat versi baru kartu keluarga (KK) akan segera diterbitkan.

"Pemutakhiran data administrasi kependudukan ini, RT dan RW hingga pegawai Kependudukan Catatan Sipil harus aktif. Mana warganya yang belum terdata status pernikahannya di KK atau status kematian keluarganya. Sampai kini pemutakhiran data nyaris capai 100 persen, di wilayah Jakarta Utara," kata Erik, Minggu (18/11/2018).

Erik mengatakan, RT dan RW setempat bergerak mendata warganya yang sampai saat ini masih bermasalah dalam administrasi kependudukannya.

Erik mengatakan, untuk kawasan padat penduduk di Jakarta Utara, yakni Kecamatan Penjaringan, pemutakhiran data administrasi kependudukannya warga sudah mencapai 100 persen.

"Mengingat KK versi baru nanti akan terbit dan warga itu harus segera mengurus kelengkapan administrasi kependudukan. KK, KTP, akta nikah, KJP hingga KJS jadi satu kesatuan di dalam KK yang versi baru. Mengenai pemutakhiran data administrasi kependudukan, telah disosialisasikan lewat Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA). Gerakan ini, diketahui salah satu bentuk upaya mewujudkan Jakarta One Map, One Data, One Policy," katanya.

GISA, kata Erik, gerakan yang aktif bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di Jakarta soal pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan, pemutakhiran data kelendudukan, pemanfaatan data kependudukan, hingga pelayanan administrasi kependudukan menuju masyarakat bahagia.

"Karena dengan tertib beradministrasi didalam konsekuensi yang didapatkan oleh masyarakat DKI Jakarta nantinya juga bisa tertib dalam hal yang lainnya," kata Erik.

Baca: Dirjen Dukcapil Kemendagri: Kalau Keluarga Korban Kesulitan Dapatkan Akta Kematian, Hubungi Saya!

Baca: Dirjen Dukcapil Sebut Proses Penerbitan Akta Kematian Korban Lion Butuh 1 Jam

Baca: Dikomentari Walikota Bekasi, Sekdis Dukcapil Akui Minim Sarana dan Prasana

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved