LRT City Jaticempaka Bekasi Terapkan Lima Prinsip TOD

Pembangunan LRT City Jaticempaka-Gateway juga dikembangkan dengan menerapkan lima prinsip transit oriented development (TOD).

LRT City Jaticempaka Bekasi Terapkan Lima Prinsip TOD
WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Project Director LRT City Jaticempaka-Gateway Park, Ibnu Mahmud Junaidi dan Manager Biro Pemasaran PT Adhi Commuter Properti Djoko Santoso di sela-sela acara Topping Off Tower Accordeon LRT City Jaticempaka Gateway Park, serta Ground Breaking Mall pada Sabtu (17/11) siang. 

PT Adhi Commuter Properti (ACP) akhirnya melakukan penutupan atap (topping off) dalam pembangunan satu dari lima apartemen di kawasan LRT Jaticempaka-Gateway Park di Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Sabtu (17/11) siang.

Apartemen ini bernama Tower Accordeon yang memiliki 16 lantai dengan 529 unit kamar.

Pembangunan LRT City Jaticempaka-Gateway juga dikembangkan dengan menerapkan lima prinsip transit oriented development (TOD).

"Lima prinsip itu adalah walkable, connect, shift and assistant manager, density residential building dan mixed use," kata Project Director LRT City Jaticempaka-Gateway Park, Ibnu Mahmud Junaidi pada Minggu (18/11).

Ibnu menjelaskan menjelaskan walkable memiliki prinsip bahwa semua fasilitas kawasan didesain berdekatan dan dapat diakses dengan berjalan kaki. Kemudian prinsip connect yakni masyarakat akan terhubung langsung dengan Stasiun LRT untuk memudahkan perjalannya.

Sedangkan prinsip shift & assistant manager, selain transportasi LRT ada juga shuttle bus yang dapat menghubungkan kawasan dengan transportasi publik lainnya. Lalu prinsip density residential building yang pembangunan gedungnya dilakukan secara vertikal untuk mengoptimalkan lahan.

Terakhir prinsip mixed use, yaitu adanya perpaduan berbagai fungsi bangunan seperti residensial dan komersial dalam satu kawasan. "Kawasan yang dikembangkan ini berada di sisi stasiun LRT Jatibening Baru dengan lahan seluas 5,2 hektar," ujarnya.

Menurut dia, kawasan ini sangat strategis karena berada di perbatasan dengan Ibu Kota DKI Jakarta, apalagi dengan beroperasinya LRT akan memberikan waktu tempuh masyarakat menuju tempat kerja Secara singkat. Karena itu, pihaknya mengembangkan lima tower apartemen di sana dengan total 3.744 unit kamar.

"Harga jual yang ditawarkan di kisaran Rp 500 jutaan dengan serah terima kepada pembeli kita rencanakan pada 2019 mendatang," imbuhnya.

"Ada tiga tipe yang ditawarkan, yaitu studio dengan luas 24,53 meter persegi, 1 BR seluas 36,06 meter persegi serta 2 BR seluas 51,74 meter persegi," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved