Tidak Ada Izin, Seminar Kesehatan Dokter Taiwan di Pademangan Dibubarkan

Seminar kesehatan oleh tiga dokter asal Taiwan yang digelar di Restoran Nelayan, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (17/11) dibubarkan.

Tidak Ada Izin, Seminar Kesehatan Dokter Taiwan di Pademangan Dibubarkan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Seminar kesehatan yang sedianya digelar di Restoran Nelayan, Jakarta Utara pada Sabtu (17/11/2018), dibubarkan IDI dan Dinkes DKI Jakarta karena tidak memiliki izin. 

SEMINAR kesehatan oleh tiga dokter asal Taiwan yang digelar di Restoran Nelayan, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (17/11) dibubarkan.

Hal tersebut dilakukan setelah seminar itu diketahui tidak memiliki izin.

Pembubaran seminar tiga tenaga medis, Jen-Ping Chang, Cheng-I Cheng, dan Tsung-Ting Tsai dari RS Chang Gung dilakukan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DKI Jakarta bersama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Sekretaris Umum IDI DKI Jakarta, dr. Dollar mengatakan, pembubaran sesuai dengan UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran di mana setiap tenaga medis asing yang melaksanakan kegiatan seminar harus berkoordinasi terlebih dahulu.

“Nah ini nggak ada kerjasama dengan organisasi profesi, dalam hal ini IDI. Padahal sudah jelas bahwa setiap seminar ilmiah kesehatan itu harus bekerjasama dengan organisasi profesi. Makanya kita bubarkan,” katanya, Sabtu (17/11/2018).

Dollar menceritakan, para peserta seminar gratis yang mengangkat tema penyakit tulang dan jantung itu merupakan masyarakat Indonesia yang hendak berkonsultasi.

Namun sebelum seminar dimulai, sudah keburu dibubarkan petugas.

“Rencananya seminar jam 13.00 WIB sampai jam 17.00 WIB. Informasinya katanya ada 50 peserta karena kan seminar belum mulai udah keburu kita bubarin,” ucapnya.

Proses pembubaran seminar sendiri berlangsung aman terkendali meski panitia acara sempat meminta keringanan dari IDI dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

“Nggak bisa. Dokter di Indonesia aja kalau nggak ada perizinan sama IDI, nggak bisa,” katanya.

Menurut Dollar, informasi adanya seminar tersebut diketahui pertama kali lewat grup WhatsApp.

Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan menggelar rapat bersama Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan untuk kemudian dibubarkan.

“Selain itu juga karena adanya laporan makanya langsung kita tindaklanjuti dengan melakukan pembubaran seminar,” ucap Dollar.

Kepala Seksi Rujukan dan Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Api Ron mengatakan tenaga medis yang ingin menggelar seminar kesehatan harus menyertakan proposal seminar hingga CV pembicara.

“Pembicaranya juga harus jelas, kita minta nomor registrasinya di sana (negara asal), ada izinnya prakteknya nggak,” ungkapnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved