Stok Jagung Dalam Negeri Minim, Kementan Pinjam 10 Ribu Ton Jagung Swasta

Kementan meminjam jagung dari dua perusahaan pakan ternak besar (feedmill) besar, yaitu Charoen Pokphand, dan Japfa, sebanyak 10 ribu ton.

Stok Jagung Dalam Negeri Minim, Kementan Pinjam 10 Ribu Ton Jagung Swasta
KOMPAS/RUNIK SRI ASTUTI
Ilustrasi produksi jagung 

Minimnya ketersediaan jagung untuk pakan ternak di dalam negeri membuat Kementerian Pertanian terpaksa meminjam ke pihak swasta.

Kementan meminjam jagung dari dua perusahaan pakan ternak besar (feedmill) besar, yaitu Charoen Pokphand, dan Japfa, sebanyak 10 ribu ton.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor Dwi Andreas menyatakan, peminjaman ini memperlihatkan buruknya tata kelola jagung oleh kementan.

"Ini kan terungkap ke publik bagaimana  tata kelola jagung kita kelihatan sekali buruknya. Antara klaim produksi dan kenyataan berbeda jauh sekali. Ketika Kementan bilang  ada surplus 12 juta ton jagung, itu sama saja kita eksportir jagung terbesar se dunia," ujarnya, Jumat (16/11/2018)

Saat ini, kata dia, harga jagung bahkan ada yang mencapai Rp 6000 per kilogram dan sangat memberatkan peternak. "Bulog kan disuruh pemerintah impor jagung 100 ribu ton. Nah ini kebutuhan bukan sebulan dua bila  lagi. Tapi saat ini juga. Akhirnya terpaksa pinjam sana sini termasuk ke swasta," tuturnya seraya menambahkan kondisi ini belum akan berakhir meskipun jagung impor sudah tiba. 

Volume 10 ribu ton pun sebenarnya bukan jumlah yang besar. Pasalnya, 10 ribu ton setara dengan produksi 1 hektare jagung. Jika jumlah ini saja dilakukan dengan meminjam, maka klaim surplus jutaan ton kian menjadi pertanyaan publik.

Ia memprediksi sedikitnya stok jagung akan terjadi sampai Februari 2019 mendatang. "Jadi ini awal masalahnya adalah pada 2016 ketika Kementan mengeluarkan kebijakan pembatasan impor jagung dan kemudian melonjak impor gandum. Itu kalau ditotal-total kita malah rugi. Karena gandum pakan lebih mahal dari jagung, dan di Indonesia tidak bisa kita tanam gandum," tuturnya. Lebih parahnya, lanjut dia, impor gandum untuk pakan dibatasi juga oleh Kementan.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak (Dirbitpro) Kementan, Sugiono. Ia mengungkapkan, pinjaman masing-masing sebanyak 5 ribu ton kepada tiap feedmill tersebut dikarenakan memang sudah ada kekurangan jagung di lapangan. Sementara itu, impor jagung yang direkomendasikan Kementan membutuhkan waktu cukup lama untuk sampai ke Tanah Air.

"Ini kan tetap ayam kudu makan jagung, nggak bisa menunggu. Jadi, kita meminjam dulu. Di lapangan memang tidak mencukupi jadi melakukan peminjaman dulu ya," ungkapnya kepada wartawan, Kamis (15/11).

Nantinya pinjaman dari kedua feedmill tersebut akan diserakan kepada Bulog. Badan logistrik tersebutlah yang nantinya akan menyalurkan jagung-jagung tersebut kepada para peternak yang membutuhkan jagung dengan harga Rp4 ribu per kilogram. Pinjaman tersebut pun akan segera dikembalikan ketika impor jagung sebanyak 100 ribu ton tiba. "Tapi ini khusus untuk peternak kecil, peternak mandiri, yang UMKM itu," imbuhnya lagi.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved