Senator Jakarta Sikapi Kekosongan Wagub DKI

Sejak memutuskan untuk maju sebagai calon Wakil Presiden (Cawapres), Sandiaga Salahudin Uno mengambil sikap untuk mundur dari kursi Wakil Gubernur DKI

Senator Jakarta Sikapi Kekosongan Wagub DKI
Istimewa
DPD 17 Nov 

WARTA KOTA - Sejak memutuskan untuk maju sebagai calon Wakil Presiden (Cawapres), Sandiaga Salahudin Uno mengambil sikap untuk mundur dari kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pengunduran diri Sandi sapaan akrab Sandiaga Salahudin Uno saat ini telah hampir memasuki bulan ketiga.

Hingga kini, posisi untuk orang nomor dua di provinsi dari Ibukota Negara Indonesia masih belum terisi. Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia atau sebutan lain Senator asal Jakarta yakni Fahira Idris dan Dailami Firdaus menyikapi hal tersebut.

Menurut Fahira Idris, Wagub pengganti harus selami filosofi pembangunan DKI Jakarta. Fahira juga mengungkapkan, filosofis janji Kampanye Anies-Sandi pada Pilkada 2017 yang saat ini sudah diterjemahkan ke dalam RPJMD DKI Jakarta 2018-2022 sangat humanis karena menjadikan manusia Jakarta sebagai subjek utama pembangunan. Oleh karena itu wagub yang terpilih nantinya harus mampu menyelami filosofis pembangunan ini.

Proses politik pemilihan dan penetapan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta yang sudah kosong hampir tiga bulan memasuki babak baru. Tidak lama lagi calon-calon yang disodorkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan melalui proses uji kelayakan dan kepatutan oleh tim yang dibentuk oleh Gerindra dan PKS. Jika tidak ada aral melintang, warga DKI Jakarta akan mempunyai Wakil Gubernur baru menggantikan Sandiaga Uno yang mengundurkan diri karena mengikuti kontestasi Pilpres 2019.

“Aspek utama dari semua program pembangunan di Jakarta saat ini adalah berpihak kepada mereka selama ini lemah dan dilemahkan dan memperkuat mereka yang terpinggirkan atau singkatnya programnya humanis. Itu filosofisnya, sehingga tidak cukup kerja keras tetapi juga harus dijalankan dengan hati,” ujar Fahira di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (16/11).

Menuruf Fahira, selama lebih setahun dipimpin Anies-Sandi, Jakarta sudah berada di jalur atau track yang benar. Selain berbagai janji kampanye berhasil ditunaikan, berbagai indikator kehidupan juga membaik mulai dari angka kemiskinan yang menurun (hingga Maret 2018 menurun 0,21 poin atau berkurang sebesar 20,01 ribu orang dalam enam bulan terakhir) hingga pertumbuhan ekonomi melaju sebesar 6,41 persen di kuartal III 2018 setelah mengalami perlambatan di kuartal sebelumnya.

Berbagai capaian ini, lanjut Fahira, kerena program pembangunan Jakarta yang humanis dijalanakan dengan hati, tegas berpihak kepada mereka yang lemah yang didukung oleh pola kepemimpinan yang tidak sekedar menjadi administrator bagi warga tetapi menjadi pemimpin yang membuka ruang kolaborasi bagi warga sebagai subjek pembangunan.

“Saya berharap, siapapun (wagub) yang terpilih sudah mempelajari, memahami, dan menyelami filosofi pembangunan Jakarta saat ini,” pungkas Fahira yang kini mencalonkan diri kembali sebagai Anggota DPD RI DKI Jakarta pada Pemilu 2019.

Sementara itu Senator Dailami Firdaus menyebutkan perihal kosongnya kursi wagub kita kembalikan kembali kepada mekanisme partai pengusung. Namun saya berharap kekosongan nya tidak berlarut larut.

"Kita ketahui sebagai ibu kota tentu DKI Jakarta menjadi tolak ukur oleh daerah lain bahkan dunia internasional. Oleh karena itu saya berharap dalam waktu dekat ini partai pengusung sudah memiliki kesepakatan siapa yang akan mengisi kekosongan kursi wagub." Ujar Dailami Firdaus.

Dailami menambahkan dan berharap figur wagub DKI Jakarta tentunya adalah orang yang mampu menjadi problem solving dan cekatan. Selain itu wagub bisa dapat serta mumpuni dalam bidang perekonomian dan dapat dengan cepat dan mudah beradaptasi dengan segala program yang menjadi janji pasangan Anies Sandi dalam Pilkada lalu.

Penulis: Heri Effendi

Editor: Andy Prayogo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved