Pemilu 2019

Pemilu 2019, Membidik Suara Anak Muda

Suara anak muda kini menjadi magnet khusus bagi partai politik (parpol) jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Pemilu 2019, Membidik Suara Anak Muda
Warta Kota/Ign Agung Nugroho
Diskusi 'Peran Anak Muda Dalam Menjaga Cita-Cita Bangsa' di Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis (15/11/2018) lalu. 

SUARA anak muda kini menjadi magnet khusus bagi partai politik (parpol) jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Sebagai catatan, di Pemilu 2019 nanti akan ada 75 juta anak muda berusia 17 sampai 35 tahun yang punya hak untuk memilih. Ini artinya ada 30 - 40 persen suara Pemilu 2019 yang akan ditentukan kaum muda.

"Maka tak heran banyak parpol-parpol lama mulai ikut membidik suara anak muda. Ini bukti bahwa suara pemuda sangat signifikan," kata calon legislatif Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Nifana saat berbicara dalam diskusi 'Peran Anak Muda Dalam Menjaga Cita-Cita Bangsa' di Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis (15/11/2018) lalu.

Ia mencontohkan, banyak kegiatan parpol yang coba mengubah formatnya dengan tak lagi kaku dan lebih stylish.

"Ada acara- acara gathering, acara yang nggak kaku di bahasa dan caranya yang lebih ke gaya anak muda," ungkap alumnus Hubungan Internasional (HI) Universitas Paramadina ini.

Mengingat peran signifikan ini, maka sudah selayaknya anak muda juga perlu bijak dalam menentukan pilihan dan tak mudah terpengaruh hoax.

"Dua pihak yang tengah berkontestasi pasti menciptakan hoax. Anak muda harus cerdas dan jangan jadi agen penyebar hoax," ujar Indra Triaputra, caleg DPRD DKI Jakarta dalam kesempatan yang sama.

Baik Nifana maupun Indra sepakat, selain harus bijak dalam menyikapi isu-isu negatif, anak muda juga harus aktif dalam menentukan pilihan di Pemilu 2019 yang sudah di depan mata. (ign)

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved