Pemilu 2019

Ciptakan Pemilu Damai, Polri Gandeng Pondok Pesantren

Ponpes berperan penting dalam meminimalisir isu-isu negatif jelang Pemilu 2019, terutama yang berkaitan dengan SARA, hoax, fitnah dan ujaran kebencian

Ciptakan Pemilu Damai, Polri Gandeng Pondok Pesantren
Warta Kota/Hamdi Putra
Silaturrahmi Polri ke Pondok Pesantren Al-Fath, Jakasetia, Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (17/11/2018). 

Laporan Wartawan WartakotaLive.com, Hamdi Putra

WARTA KOTA, BEKASI - Dalam rangka meminimalisir dan mencegah isu-isu negatif seperti SARA, hoax, ujaran kebencian, intoleransi dan radikalisme jelang Pemilu 2019, Polri terus melakukan berbagai macam langkah-langkah strategis.

Salah satunya adalah dengan bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fath, Jakasetia, Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (17/11/2018).

Selain untuk menjalin tali silaturrahmi, kegiatan ini juga bertujuan untuk lebih memperat hubungan antara umara dan ulama.

Apabila kedua unsur ini memiliki hubungan yang kuat, dapat menjadi benteng pertahanan untuk menangkal segala ancaman terhadap keutuhan bangsa.

"Jadi silaturrahmi ini merupakan media komunikasi, pendekatan antara umat, ulama dan umara maupun kepada santriwan dan santriwati," ujar Wadirkamneg Baintelkam Mabes Polri, Kombes Pol Dedy Djunaedy.

Ia menjelaskan bahwa Ponpes berperan penting dalam meminimalisir isu-isu negatif jelang Pemilu 2019, terutama yang berkaitan dengan SARA, hoax, fitnah dan ujaran kebencian.

Peran ponpes dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia sudah tidak terbantahkan lagi.

Bahkan, Presiden Joko Widodo telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

"Kita kan mempunyai sejarah ada yg cemerlang dan buruk. Jelang Pemilu 2019 situasi politik semakin memanas.Ini ada beberapa fakta bahwa intoleransi dan radikalisme berasal dari tempat yang disebutkan tadi tetapi tidak semuanya, tidak menggeneralisir. Nah untuk mencegah itu kita harus mendatangi semua komponen. Kita tidak ingin isu-isu negatif tersebut mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," tuturnya.

Ustaz Taufik selaku pimpinan Ponpes Al-Fath Jakasetia, Bekasi, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada seluruh santri sebagai upaya mencegah penyebaran hoax dan ujaran kebencian di dalam lingkungan ponpes.

"Dalam teori sudah kami sampaikan bahwa dalam praktiknya santri tidak boleh saling menghina anatara satu sama lain. Yang kedua mereka diajarkan kebersamaan dengan cara piket bersama bahkan makan pun sering satu nampan bertiga atau berempat," kata Ustaz Taufik.

Ketua MUI Kota Bekasi KH Zamaksyari Abdul Majid menyatakan bahwa isu negatif semakin berkembang dalam situasi mendekati pesta demokarasi lima tahunan itu.

Isu-isu negatif tersebut dapat berakibat fatal pada kesatuan dan persatuan bangsa.

"Tantangan kita adalah memerangi yang namanya berita hoax. Kita jangan membuat berita bohong apalagi menyebarkan. Adik santri jangan melakukan itu, karena dapat menimbulkan perpecahan diantara kita," ucap KH Zamaksyari. (M15)

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved