Soal Pemagaran Pasar Cisalak, Pertemuan Warga dan Disdagin Depok Buntu

Pertemuan warga dengan Disdagin Depok membahas pemagaran Pasar Cisalak berakhir buntu. Kedua pihak berpegang pada pendiriannya.

Soal Pemagaran Pasar Cisalak, Pertemuan Warga dan Disdagin Depok Buntu
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sejumlah warga menghardik beberapa pekerja yang mulai mengerjakan pondasi pagar di depan toko dan rumah warga di Jalan Gadok, RT 03/06, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Depok, jumat lalu serta berunjuk rasa. 

PERTEMUAN antara perwakilan warga sekitar Pasar Cisalak dengan pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian Depok serta UPT Pasar Cisalak berjalan alot.

Seluruh perwakilan warga bahkan melakukan aksi keluar ruang pada pertemuan di Kantor UPT Pasar Cisalak, Kamis (15/11/2018) sore kemarin. 

Sedianya pertemuan digelar untuk mencari solusi terkait pemagaran di area sekeliling Pasar Cisalak oleh Disadin Depok yang kini terhenti karena ditolak warga sekitar.

Dede, warga sekitar mengatakan warga diundang pihak UPT Pasar dan Disdagin Depok untuk datang ke pertemuan itu.

"Puluhan perwakilan warga sempat datang. Saat acara mau dimulai, pejabat Disdagin Depok menyebutkan pertemuan untuk mencari solusi agar pemagaran area pasar bisa berjalan karena itu semua demi kesejahteraan pedagang pasar dan warga," kata Dede, Jumat (16/11/2018).

Karena pernyataan demi kesejahteraan pedagang dan warga kata dia, perwakilan warga merasa tidak tepat dan meneriaki pejabat Disdagin Depok tanda tak setuju.

"Karena diteriaki warga, dia lalu bilang ke warga, kalau ribut dan gak bisa diatur, supaya warga keluar dan pulang. Karena dia bilang begitu, akhirnya seluruh warga keluar dari ruang pertemuan dan pulang. Akhirnya pertemuan buntu lagi," katanya.

Sehingga dipastikan kata dia warga tetap menolak pemagaran.

Sampai kini sejumlah warga dan pemilik toko di sekitar area pasar diantaranya di Jalan Gadog dan Jalan Uhan di Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Depok, terus berjaga-jaga memantau proses pengerjaan pemagaran yang dikerjakan kontraktor di beberapa titik sejak akhir Oktober lalu.

Warga ingin memastikan agar pengerjaan pemagaran tidak sampai masuk ke ruas jalan di depan rumah dan toko dimana warga tinggal.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved