Pilpres 2019

SBY: Dua Kali Jadi Calon Presiden, Saya Tak Pernah Paksa Ketum Partai Pendukung Kampanyekan Saya

Menurutnya, Partai Demokrat lebih fokus berkampanye untuk Pemilu Legislatif ketimbang Pemilu Presiden 2019.

SBY: Dua Kali Jadi Calon Presiden, Saya Tak Pernah Paksa Ketum Partai Pendukung Kampanyekan Saya
Warta Kota/Henry Lopulalan
Bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) disambut Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (nomor 2 kiri) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (nomor 2 kanan) di rumah kediaman SBY di Jalan Mega Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (12/9). 

JELANG Pemilu 2019, situasi politik di Indonesia kian memanas. Tidak hanya antar-kubu yang akan bertarung pada Pilpres, suhu panas juga terasa di internal masing-masing koalisi.

Hal itu pula yang dialami partai koalisi pengusung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Pernyataan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani yang menuntut Partai Demokrat untuk mengampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, membuat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara.

Baca: Demokrat Jawab Gerindra: Jangan Menagih Kalau Janjinya Sendiri Belum Dipenuhi

Ahmad Muzani mempertanyakan peran Partai Demokrat sebagai partai koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurutnya, Partai Demokrat lebih fokus berkampanye untuk Pemilu Legislatif ketimbang Pemilu Presiden 2019.

"Sebenarnya saya tak harus tanggapi pernyataan Sekjen Gerindra. Namun, karena nadanya tak baik & terus digoreng terpaksa saya respons *SBY*." Demikian tulis SBY dalam akun Twitternya @SBYudhoyono, Kamis (15/11/2018).

Baca: Dituding Tak Kampanyekan Prabowo-Sandi, Partai Demokrat: Siapa yang Tidak Takut Hadapi Kematian?

SBY memberi peringatan kepada Ahmad Muzani dan Partai Gerindra agar tidak saling menyalahkan yang pada akhirnya justru akan merugikan.

Daripada saling tuduh dan serang-menyerang seperti antara pemimpin Negara Barat tentang nasionalisme, utamanya Trump (AS) melawan Macron (Perancis), SBY mengimbau agar masing-masing pihak introspeksi diri sendiri dan lebih mawas lagi.

"Daripada menuding & menyalahkan pihak lain, lebih baik mawas diri. Mengeluarkan pernyataan politik yg "sembrono", justru merugikan *SBY*," tulis SBY.

Baca: Belanja Rp 10 Ribu, Sandiaga Uno Dapat 10 Tempe Hape di Kabupaten Semarang

Mantan Presiden Indonesia yang ke-6 itu mengambil contoh pada dirinya sendiri yang dua kali menjadi calon presiden dan akhirnya terpilih.

Halaman
12
Penulis: Hamdi Putra
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved