Pilpres 2019

Sandiaga Uno: Bangsa Ini Kaya tapi Kita Dibuat Bingung, Masa Karet Celana Aja Impor dari Cina

Desa Santri Mlangi bakal menjadi fokus dalam pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) nasional.

Sandiaga Uno: Bangsa Ini Kaya tapi Kita Dibuat Bingung, Masa Karet Celana Aja Impor dari Cina
Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengunjungi Desa Santri Mlangi, Sleman, Yogyakarta, Jumat (16/11/2018). 

CALON wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno melihat besarnya potensi yang dimiliki Desa Santri Mlangi, Sleman, Yogyakarta.

Desa Santri Mlangi bakal menjadi fokus dalam pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) nasional.

“Saya dan Prabowo Subianto sepakat memberikan perhatian lebih dan energi untuk peningkatan kualitas UKM. Mereka lah yang harus didukung dari perizinan hingga permodalan. Karena 80 persen usaha rakyat ini adalah UKM,” tutur Sandiaga Uno dalam siaran tertulis, Jumat (16/11/2018).

Baca: Buruh Eskpedisi Tewas Tertimpa Saat Turunkan Alat Kesehatan di RSUD Budi Asih

Hampir 90 persen warga Desa Mlangi merupakan pengusaha kecil, dari batik, pakaian, kopiah, hingga makanan. Namun, nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah yang semakin tinggi, membuat mereka harus bertahan agar tidak menaikkan harga jual.

Sebagaimana yang dialami Bu Ati. Dirinya mengaku kesulitan produksi lantaran sejumlah bahan baku merupakan komoditas impor, sementara harga tukar dolar Amerika Serikat yang naik memicu membengkaknya biaya produksi, berbanding terbalik dengan melesunya ekonomi nasional.

“Karet celana impor Pak, juga beberapa bahan baju. Jadi kami agak kesulitan. Bagaimana ya pak caranya bertahan?” tanya Bu Ati kepada Sandiaga Uno.

Baca: Sandiaga Uno Tak Pernah Diajak Bahas Dana Kelurahan Saat Masih Jabat Wakil Gubernur DKI

Menurut Sandiaga Uno, naik turunnya dolar karena ekspor Indonesia sangat lemah, dan kita kebanjiran produk impor. Sehingga, menguatnya dolar membebani biaya produksi.

“Buat Bu Ati lakukan penghematan, hindari pengeluaran yang tidak perlu. Karena menaikkan harga bukan jalan keluar di tengah lesunya daya beli. Bangsa ini kaya, tapi kita dibuat bingung, masa karet celana aja impor dari Cina,” papar Sandiaga Uno sambil menarik karet celana produksi Mlangi.

Sandiaga Uno berujar, banyak sumber daya alam di Indonesia seharusnya bisa mengurangi ketergantungan pada impor.

“Insyaallah jika Prabowo-Sandi jadi pelayan masyarakat Indonesia, kita bikin dolar stabil supaya tidak membenani UMKM. 2019, kebijakan ekonomi Indonesia lebih baik,” tegas Sandiaga Uno. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved