Pilpres 2019

Reuni Akbar 212 Dituding Bermuatan Politis dan Menguntungkan Kubu Prabowo-Sandi

Reuni Akbar 212 yang akan digelar bulan depan dituding bermuatan politik dan menguntungkan salah satu pasangan capres-cawapres yang akan berlaga

Reuni Akbar 212 Dituding Bermuatan Politis dan Menguntungkan Kubu Prabowo-Sandi
Warta Kota/Hamdi Putra
Subairi Muzakki selaku peneliti dari Institut Demokrasi Republikan dalam sebuah acara diskusi bertajuk 'Reuni Akbar Alumni 212: Melacak Motif, Menimbang Implikasi', di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, pada Jumat (16/11/2018). 

Laporan Wartawan WartakotaLive.com, Hamdi Putra

WARTA KOTA, MENTENG - Reuni Akbar 212 yang akan digelar bulan depan dituding bermuatan politik dan menguntungkan salah satu pasangan capres-cawapres yang akan berlaga pada Pilpres 2019 mendatang.

Pernyataan ini disampaikan oleh Subairi Muzakki selaku peneliti dari Institut Demokrasi Republikan dalam sebuah acara diskusi bertajuk 'Reuni Akbar Alumni 212: Melacak Motif, Menimbang Implikasi', di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, pada Jumat (16/11/2018).

Menurut Subairi Muzakki, banyak alasan mengapa acara tersebut memiliki kepentingan yang sifatnya politis. Terutama dalam hal dukung-mendukung pasangan capres-cawapres untuk Pemilu 2019.

Ia menilai, meskipun Novel Bamukmin yang merupakan Juru Bicara PA 212 membantah adanya muatan politis, beberapa unsur panitia penyelenggara yang berasal dari kubu Prabowo-Sandi menguatkan dugaan muatan politis.

"Panitia penyelenggara seperti Slamet Maarif, merupakan sosok yang tergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dan menjabat sebagai Wakil Ketua. Sedangkan Novel Bamukmin juga merupakan caleg Partai Bulan Bintang. Hal ini semakin menegaskan adanya motif politik dalam Reuni Akbar PA 212," ujar Subairi Muzakki.

Dalam pandangannya, kubu Prabowo-Sandi yang nantinya akan diuntungkan dalam penyelenggaraan Reuni Akbar 212. Walaupun Presiden Joko Widodo sendiri merupakan orang yang hadir pada aksi yang bermula dua tahun lalu tersebut sehingga juga bisa disebut alumni.

Sedangkan KH Maruf Amin adalah tokoh yang mengeluarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menjadi dasar bagi Aksi 212.

"Ini menguntungkan pihak Prabowo-Sandi dan Itu diakui oleh Novel Bamukmin. Kalau tidak salah, salah satu maksud tersembunyinya adalah untuk mendukung Prabowo. Sebab, Aksi 212 sejak awal ingin menurunkan Jokowi yang mendukung para penista agama, terutama Ahok. Siapapun musuh Jokowi akan dia dukung, kebetulan saat ini Prabowo-Sandi," tuturnya.

Sebelumnya di lokasi dan acara diskusi yang sama, Novel Bamukmin dengan tegas mengatakan bahwa PA 212 akan menggelar Reuni Akbar pada Desember 2018.

Tidak tanggung-tanggung, pihaknya siap mengibarkan satu juta bendera tauhid dalam aksi tersebut.

"Kami akan kibarkan satu juta bendera tauhid warna-warni. Ini bentuk keberagaman kita," kata Novel Bamukmin. (M15)

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved