Musim Hujan Dimulai, Waspada Kencing Tikus

Sudin Kesehatan Jakarta Barat mengingatkan warga agar lebih waspada menghadapi kencing tikus di awal musim hujan seperti sekarang.

Musim Hujan Dimulai, Waspada Kencing Tikus
Tribunnews.com
20150827 Tikus 

KEPALA Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Weningtyas Purnomo Rini, mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap kencing tikus di musim penghujan tahun ini.

Kencing tikus membawa penyakit dan membuat kondisi fisik menurun. 

"Biasanya masyarakat yang ini mulai terserang penyakit seperti batuk, flu maupun pilek akibat perubahan cuaca dari panas ke hujan. Namun, ada penyakit berbahaya yang mengintai masyarakat di musim hujan. Selain penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue), penyakit leptospirosis atau penyakit yang disebabkan kencing tikus harus lebih diwaspadai," papar Weningtyas, Jumat (16/11/2018).

Dikatakan Weningtyas, leptospirosis ialah penyakit yang berasal dari kencing tikus.

Pada lingkungan yang dilanda banjir atau genangan, warga diharapkan berjalan dengan menggunakan alas kaki.

"Bagi masyarakat yang beraktivitas pada musim penghujan sebaiknya menggunakan alas kaki. Sebisa mungkin yang melindungi seluruh bagian kaki, misalnya sepatu boot. Sebab tikus itu kan kencing di air banjir. Air banjir tersebut, mengandung kuman dan bakteri berbahaya. Lebih berbahaya jikalau masuk ke dalam kulit yang pecah-pecah atau luka," terangnya.

Gejala leptospirosis awalnya berupa flu disertai demam tinggi, sakit kepala, menggigil, dan nyeri.

Kemudian, muncul gejala berupa muntah, sakit kuning, nyeri perut, diare dan ruam.

Gejala umumnya terjadi selama sepekan.

Jika tidak diobati, infeksi menyebabkan kerusakan ginjal, hati, meningitis, gangguan pernapasan hingga kematian.

Untuk mengobatinya, dapat dilakukan di puskesmas atau di klinik terdekat.

Nantinya, akan dilakukan penanganan dengan diberikan berbagai antibiotik seperti Enicillin G, Amoxicillin, Ampicillin, Erythromycin, Tetracycline, Doxycycline atau Cephalosporins, yang efektif mengobati leptospirosis.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved