Erick Thohir Tertantang Perbaiki Sepak Bola Indonesia, tapi Ogah Jadi Ketua Umum PSSI

KETUA Umum Komite Olahraga Indonesia (KOI) Erick Thohir menyatakan ingin membantu memperbaki persepakbolaan Indonesia.

Erick Thohir Tertantang Perbaiki Sepak Bola Indonesia, tapi Ogah Jadi Ketua Umum PSSI
Warta Kota/Alex Suban
Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Comittee (Inasgoc) Erick Thohir memberi sambutan sebelum penandatanganan kerjasama dengan Chief of Corporate Communication, Social Responsbility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas di Kantor Inasgoc, Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018). 

KETUA Umum Komite Olahraga Indonesia (KOI) Erick Thohir menyatakan ingin membantu memperbaki persepakbolaan Indonesia.

Namun, pria yang baru saja menyukseskan Asian Games 2018 itu juga menegaskan kembali, bahwa cara ia turun tangan bukan lah menjadi ketua umum PSSI.

“Kemarin ditanya apakah saya tertantang membantu persepakbolaan Indonesia, bahkan dibilang sebagai ketua umum PSSI, saya langsung jawab. Saya ini bukan tipe orang yang cocok di birokrasi," tegas Erick Thohir saat ditemui seusai acara peluncuran buku Sesmenpora di SUGBK, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Baca: Tertantang Perbaiki Sepak Bola Indonesia, Erick Thohir: Tapi Kalau PSSI-nya Tidak Usah Lah

"Jadi kalau buat ketua umum PSSI ya tidak. Tapi kalau ditantang perbaiki sepak bola Indonesia, baik secara klub yang kecil atau mungkin secara liga, itu menarik buat saya,” sambungnya.

Erick Thohir sempat memaparkan alasannya sangat ingin memperbaiki persepakbolaan Indonesia. Bahkan, pria yang baru saja membeli saham klub bola asal Ingrris Oxford United itu sempat menggambarkan bagaimana Inggris yang dulu sepak bolanya tak dikenal, sekarang menjadi tontonan olahraga nomor satu di dunia.

“Ini tantangan, sudah seyogianya usai Asian Games industri olahraga berkembang. Tak hanya atletnya saja, tapi industri olahraga harus berkembang, dan saya yakin industri olahraga bisa dikelola profesional dan transparan,” papar Erick Thohir.

Baca: Kata Jusuf Kalla, Menteng dan Kebayoran Baru Tak Bakal Dapat Dana Kelurahan

“Contoh Liga Inggris tahun 80-an siapa yang lihat? Tapi mereka bisa merapikan menjadi liga profesional, dan jadi tontonan liga utama dunia, padahal saat itu Liga Italia tengah maju. Di Inggris membuat bagaimana semua orang nonton sepak bola saat jam makan siang, yakni jam tiga sore," tuturnya.

"Waktu yang enak nonton bola adalah sore dan malam. Di Italia baru sekarang ini pertandingan sepak bola berubah, karena mengapa? Asia sebagai market terbesar bisnis mereka. Jadi saya melihat kita bisa contoh liga-liga dunia seperti catatan negara Amerika yang punya lima liga, basket, American football, base ball, dan sepak bola,” tambahnya.

Namun, saat ditanya kapan Erick Thohir akan merealisasikan harapannya itu. Ia pun masih belum bisa memastikan, lantaran hari ini masih banyak tugas yang diembannya, salah satunya menjadi Tim Kampanye Nasional Joko Widodo–Maruf Amin.

“Saya belum tahu kapan waktunya untuk itu, kalau perjalanan hidup lihat saja nanti. Kan ada prosesnya, apakah pemilihan atau tender, semua tergantung PSSI. Kalau hari ini saya tidak mau,” ucapnya. (Abdul Majid)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved