Antisipasi Longsor, Pemkot Depok akan Cek dan Tindak Bangunan Liar di Bantaran Kali

Keberadaan bangunan liar dinilai menjadi salah satu penyebab longsor yang masih mungkin terjadi di Depok ke depannya di musim penghujan kali

Antisipasi Longsor, Pemkot Depok akan Cek dan Tindak Bangunan Liar di Bantaran Kali
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Satu regu Satgas PUPR Depok membersihkan material longsor di Jalan Citayam, Kelurahan Ratu Jaya, Cipayung, Depok, Jumat (9/11/2018). 

Depok, Warta Kota -- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan melakukan pengecekan sekaligus penindakan terhadap sejumlah bangunan liar (bangli)yang berada di bantaran Kali atau Sungai, dan di saluran air, karena disinyalir sejumlah bangunan itu telah melanggar garis sempadan sungai (GSS).

Sebab keberadaan bangunan liar (bangli) dinilai menjadi salah satu penyebab longsor yang masih mungkin terjadi di Depok ke depannya di musim penghujan kali ini.

Hal itu dikatakan Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad di Balai Kota Depok, Jumat (16/11/2018).

"Kita akan sidak dengan dinas terkait untuk bangli-bangli itu, dan setelah itu penindakan. Terutama bangli yang melanggar GSS atau Garis Sempadan Sungai," kata Idris.

Kordinasi untuk penindakan dan pengecekan kata dia sudah diinstruksikan pihaknya ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok.

"Satpol PP dan Dinas PUPR sudah kami instruksikan untuk menindak bangli yang menyalahi aturan," katanya.

Hal itu kata Idris dilakukan untuk mengantisipasi bencana longsor yang masih mungkin terjadi di Depok seperti yang sudah terjadi dalam beberapa pekan belakangan ini.

Ia menjelaskan pihaknya sebenarnya telah mengantisipasi longsor yang akan terjadi dan memang sudah diprediksi. "Tapi memang ada beberapa titik baru longsor yang tidak terprediksi dan menjadi perhatian khusus Pemkot Depok. Karena lokasi tidak masuk prediksi maka tidak ada dalam anggaran. Untuk itu, kami juga akan komunikasikan dengan bagian perizinan,” katanya.

Seperti diketahui ada sedikitnya 11 peristiwa tanah longsor yang cukup besar terjadi di sejumlah wilayah di Kota Depok selama sekitar sebulan terakhir. Tepatnya sejak 19 Oktober hingga pekan kedua bulan November ini.

Hampir semua peristiwa tanah longsor itu mengakibatkan bangunan, kios, tempat usaha atau turap dan sebagian jalan hancur.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved